Malam Ini, Final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia dan Thailand

jpg • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 06:59 WIB
infografis
infografis

batampos – Final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia dan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, malam ini, diprediksi berlangsung sengit. Bagi Thailand, pertandingan tersebut juga menjadi kesempatan mengukur kekuatan sebelum kedua tim kembali bertemu di Piala Asia tahun depan.

Thailand memiliki pemain yang sudah cukup akrab dengan kekuatan Timnas Indonesia. Dia adalah Chanathip Songkrasin.

Chanathip tercatat enam kali menghadapi Indonesia. Pertemuan pertamanya terjadi pada fase grup Piala AFF 2016. Saat itu, Thailand menang 4-2.

Ia kembali menghadapi Indonesia dalam dua leg final pada edisi yang sama. Indonesia menang 2-1 pada leg pertama, sebelum Thailand membalas dengan kemenangan 2-0 pada leg kedua.

Chanathip kemudian kembali bertemu Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2022. Ia tampil ketika Thailand menang 3-0 atas Indonesia di SUGBK pada 10 September 2019.

Pertemuan terakhir Chanathip dengan Indonesia terjadi pada final Piala AFF 2020. Gelandang tersebut mencetak dua gol saat Thailand menang 4-0 pada leg pertama, 29 Desember 2021. Ia kembali menjadi starter pada leg kedua yang berakhir 2-2 pada 1 Januari 2022.

Setelah hampir lima tahun, Chanathip akhirnya kembali berhadapan dengan Indonesia. Kali ini, ia melihat adanya perubahan signifikan dalam permainan Garuda yang dinilainya semakin berkembang.

“Sudah banyak perubahan. Semua negara di kawasan ASEAN mengalami perkembangan, khususnya Indonesia,” ujar Chanathip dalam konferensi pers, Minggu (4/10).

Pemain BG Pathum United itu juga menyoroti kualitas skuad Indonesia saat ini. Menurutnya, materi pemain yang dimiliki Garuda membuat final kali ini menjadi pertandingan yang menarik.

“Indonesia memiliki banyak pemain berkualitas, termasuk pemain keturunan. Mereka juga memiliki pemain dengan kualitas fisik dan kemampuan teknik yang sangat tinggi,” terangnya.

Setelah cukup lama tidak berhadapan dengan Indonesia, Chanathip menyambut antusias kesempatan tersebut. Ia menganggap pertemuan kembali dengan Garuda sebagai momen yang sudah lama dinantikan.

“Saya merasa senang, bahkan sangat senang. Akhirnya besok (hari ini, red) bisa kembali menghadapi mereka setelah kami menunggu cukup lama untuk bertemu lagi,” tutur Chanathip.

Final FIFA ASEAN Cup 2026 juga menjadi bagian dari persiapan Thailand sebelum kembali bertemu Indonesia di Piala Asia tahun depan. Chanathip berharap kemenangan di Jakarta dapat memberikan dampak positif bagi pertemuan berikutnya.

“Kalau kami bisa menang besok (hari ini), tentunya itu akan meningkatkan kepercayaan diri tim, staf pelatih, para pemain, dan juga para suporter ketika kami kembali menghadapi Indonesia di Piala Asia,” tandasnya.

Herdman Percaya Diri Hadapi Thailand

Di kubu Indonesia, pelatih Timnas Indonesia John Herdman juga percaya diri menghadapi final. Pelatih asal Inggris tersebut menilai skuad Garuda menunjukkan perkembangan sepanjang turnamen.

Keterbatasan waktu latihan membuat proses membangun chemistry lebih banyak berlangsung dalam pertandingan. Namun, para pemain mulai memahami timing, pergerakan, ritme, hingga karakter permainan rekan-rekannya.

Perkembangan tersebut menjadi modal Indonesia untuk menghadapi Thailand di partai puncak.

“Pada akhirnya, Anda hanya harus memenangkan final. Ini bukan tentang bermain sepak bola yang indah. Ini tentang momen-momen, memanfaatkan momen tersebut, memaksimalkan peluang yang muncul, dan tetap berada dalam situasi saat ini,” tegas Herdman.

Sementara itu, pelatih Thailand Anthony Hudson memastikan timnya siap menghadapi final.

“Kami datang ke pertandingan ini dengan sekelompok pemain yang dalam kondisi segar, fokus, dan siap menghadapi pertandingan,” tegas pelatih asal Inggris tersebut.

Target Thailand pun tidak berubah. Sejak awal turnamen, Hudson menegaskan bahwa timnya datang dengan ambisi membawa pulang trofi.

“Kami ingin memenanginya. Itu target kami,” ucap Hudson.

Indonesia Memburu Gelar

Jika mampu mengalahkan Thailand, Timnas Indonesia akan mengakhiri penantian untuk meraih gelar di level senior.

Final melawan Thailand menjadi kesempatan Indonesia menambah koleksi trofi setelah perjalanan panjang di berbagai turnamen internasional.

Indonesia sendiri memiliki sejarah panjang pertemuan dengan Thailand di partai final. Salah satu yang paling dikenang terjadi pada Piala AFF 2016 ketika Indonesia menang 2-1 pada leg pertama, tetapi akhirnya kalah agregat setelah Thailand membalikkan keadaan pada leg kedua.

Kini, Chanathip kembali menjadi bagian dari cerita persaingan kedua negara. Pengalamannya menghadapi Indonesia, ditambah perkembangan skuad Garuda dalam beberapa tahun terakhir, membuat final FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi duel yang sarat sejarah sekaligus penting bagi kedua tim. (*)

Editor : Putut Ariyo
FIFA ASEAN Cup 2026 John Herdman Chanathip Songkrasin thailand timnas indonesia