batampos - Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi saksi salah satu malam paling dramatis dalam perjalanan sepak bola Indonesia. Timnas Indonesia akhirnya keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati pertarungan 120 menit melawan Thailand yang berakhir 2-2, sebelum Garuda menang 4-2 melalui adu penalti.
Laga final, Senin (5/10), berlangsung ketat sejak menit awal. Indonesia tampil agresif dengan skema 3-4-3 racikan pelatih John Herdman. Ole Romeny, Mitchell Baker, dan Ragnar Oratmangoen menjadi tumpuan di lini depan untuk membongkar pertahanan Thailand.
Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan. Luke Vickery dan Baker beberapa kali membuka ruang, sementara Romeny berusaha memanfaatkan celah di antara lini belakang Thailand.
Namun, Thailand tidak tinggal diam. Tim asuhan Anthony Hudson bermain lebih kalkulatif dan berusaha menjaga keseimbangan lini tengah. Chanathip Songkrasin menjadi salah satu motor serangan yang beberapa kali mengancam melalui pergerakan dan tembakan dari luar kotak penalti.
Kiper Thailand Saranon Anuin juga tampil gemilang. Sejumlah peluang Indonesia berhasil digagalkannya, termasuk tembakan Luke Vickery pada menit-menit awal dan sepakan Mitchell Baker. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pertandingan semakin panas. Indonesia terus mencari celah, sedangkan Thailand menunggu kesempatan melalui serangan balik.
Petaka justru datang bagi Thailand pada menit ke-81. Nicholas Mickelson mendapat kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Ole Romeny di dekat kotak penalti. Indonesia pun mendapat tendangan bebas dalam posisi ideal.
Dean James yang baru masuk menggantikan Thom Haye maju sebagai eksekutor. Tendangannya meluncur akurat, tetapi bola lebih dulu membentur pemain Thailand, Sanron Iklas, sebelum berubah arah dan masuk ke gawang.
GBK Bergemuruh, Indonesia Unggul 1-0
Namun, keunggulan itu hanya bertahan beberapa menit. Thailand yang kehilangan satu pemain justru tampil lebih berani. Pada menit ke-87, Sanron Iklas menebus kesalahannya.
Memanfaatkan umpan silang dari sisi lapangan, ia melepaskan tembakan first time yang menaklukkan Emil Audero.
Skor kembali imbang 1-1 dan bertahan hingga waktu normal berakhir.
Pertandingan pun memasuki babak perpanjangan waktu. Thailand bermain dengan 10 pemain, tetapi justru mampu membuat Indonesia berada dalam tekanan.
Kedua tim mulai kehabisan tenaga. Indonesia berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, sedangkan Thailand bertahan rapat sambil menunggu peluang melakukan serangan balik.
Petaka kembali menghampiri Garuda pada menit ke-110. Thailand melancarkan serangan balik cepat.
Peeradol Chamrasamee menerima bola dalam situasi berbahaya dan melepaskan tembakan yang bersarang di gawang Audero.
Indonesia Tertinggal 1-2
Waktu terus berjalan. Sisa pertandingan semakin sedikit. Namun, Garuda menolak menyerah.
Pada menit ke-116, Elkan Baggott maju membantu serangan. Bola muntah di depan gawang Thailand jatuh ke arahnya. Tanpa membuang kesempatan, Baggott menyambar bola dan mengubah kedudukan menjadi 2-2.
Gol itu bukan sekadar penyama kedudukan. Baggott sebelumnya menjadi bagian dari kesalahan yang membuka ruang bagi gol Thailand.
Kali ini, ia membayar lunas kesalahan tersebut dengan gol yang menjaga hidup Indonesia dalam perburuan gelar.
Skor 2-2 bertahan hingga 120 menit. Juara FIFA ASEAN Cup 2026 harus ditentukan melalui adu penalti.
Di titik inilah Emil Audero tampil sebagai benteng terakhir Garuda.
Kiper Indonesia itu mampu menggagalkan eksekusi pemain Thailand. Di sisi lain, para penendang Indonesia menjalankan tugas dengan tenang. Satu demi satu bola bersarang di gawang Anuin.
Tekanan semakin besar ketika penentuan gelar berada di ujung kaki para eksekutor. Indonesia akhirnya menutup drama adu penalti dengan kemenangan 4-2.
SUGBK pun pecah. Para pemain berhamburan merayakan keberhasilan tersebut. Dari permainan terbuka, keunggulan yang sirna, ketertinggalan pada extra time, hingga kebangkitan pada menit-menit terakhir, Garuda akhirnya mengangkat trofi perdana FIFA ASEAN Cup.
Kemenangan tersebut sekaligus memperlihatkan kedalaman skuad Indonesia.
Dean James memberi dampak melalui gol dari bola mati, Baggott muncul pada momen krusial, sementara Audero menjadi penentu di bawah mistar saat pertandingan harus diselesaikan dari titik putih.
Indonesia tidak hanya memenangkan pertandingan. Garuda melewati malam panjang yang penuh tekanan untuk merebut gelar juara pertama FIFA ASEAN Cup di hadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri.
Dukungan Warga Batam bagi Timnas
Ribuan warga dan suporter tim nasional (timnas) sepakbola memadati Dataran Engku Putri, Batam Centre saat menyaksikan pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia melawan Thailand, Senin (5/10) malam.
Mengenakan jersey Garuda dan mengajak rekan serta keluarga, warga datang sejak sekitar pukul 18.00 WIB untuk menyaksikan laga melalui monitor raksasa yang dipasang di alun-alun tersebut.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad turut hadir dan menyapa warga yang memadati lokasi nonton bareng (nobar). Ia pun optimistis Timnas Indonesia mampu mengalahkan Thailand dengan prediksi skor 2-1.
“2-1. Indonesia dua, Thailand satu. Indonesia menang,” kata Amsakar saat ditanya prediksinya sebelum pertandingan dimulai.
Wali Kota juga mengapresiasi antusias warga Batam yang datang untuk memberikan dukungan kepada skuad Garuda. Namun, ia berpesan agar suporter juga tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.
Nobar tersebut digelar Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bekerja sama dengan Ultras Garuda Batam.
Suasana di sekitar lokasi semakin ramai karena warga juga berkeliling menikmati bazar dan tenant UMKM yang berada di sisi kiri, kanan, hingga depan panggung.
Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata turut hadir mendampingi kegiatan tersebut. Ia bahkan memasang prediksi lebih tinggi, yakni Indonesia menang 3-0 atas Thailand.
Menurut Ardiwinata, sepak bola merupakan olahraga yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia.
Ia mengenang sejumlah pemain yang pernah menjadi idola publik, salah satunya Widodo C Putro yang dikenal dengan gol salto, sebelum muncul generasi pemain baru seperti Rizky Ridho dan Oktovianus Maniani.
Ia berharap generasi pemain saat ini dapat membawa Indonesia meraih gelar juara.
“Hari ini (kemarin) ada Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan beliau sangat cinta bola. Nobar ini juga kita manfaatkan untuk membantu UMKM Kota Batam,” kata Ardiwinata.
Ardiwinata mengatakan, sekitar 100 bazar dan tenant ikut meramaikan kawasan nobar. Beragam makanan dan minuman dijajakan di sekitar Dataran Engku Putri, sehingga warga tidak hanya datang untuk menonton pertandingan, tetapi juga menikmati suasana dan produk UMKM.
“Ada 100 bazar dan tenant di lapangan ini,” ujarnya.
Prediksi kemenangan Indonesia juga datang dari warga. Iqbal, warga Sungai Panas, memperkirakan Garuda menang tipis 1-0.
“Prediksi saya King Garuda menang 1-0, biar juara kali,” kata Iqbal.
Prediksi warga lainnya beragam, mulai dari 1-0, 2-0 hingga 3-1. Namun, satu hal yang sama: mereka berharap Indonesia keluar sebagai juara. (*)
Editor : Putut Ariyo