Red Bull Menang di Sepang, Verstappen Bidik Hasil Positif di GP Singapura

jpg • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 10:01 WIB
Karry Kane. FOTO: ADRIAN DENNIS/AFP
Karry Kane. FOTO: ADRIAN DENNIS/AFP

batampos - Red Bull Racing mulai menunjukkan kebangkitan di Formula 1 2026. Max Verstappen membawa timnya meraih kemenangan pertama musim ini di Sirkuit Sepang, Malaysia, pekan lalu. Hasil tersebut menjadi modal penting menjelang Grand Prix (GP) Singapura di Sirkuit Marina Bay akhir pekan ini.

Verstappen tampil meyakinkan dalam balapan yang disebut sebagai GP Bahrain di Malaysia tersebut. Memulai lomba dari pole position, pembalap asal Belanda itu memimpin 43 dari total 55 lap untuk mengamankan kemenangan.

Performa tersebut melanjutkan tren positif Verstappen setelah finis kedua di GP Azerbaijan di Baku, satu pekan sebelumnya. Saat itu, dia hanya terpaut 0,196 detik dari pembalap Mercedes, George Russell.

Rekan setim Verstappen, Isack Hadjar, juga berpeluang meraih podium di Sepang. Namun, masalah baterai pada mobil RB22 membuatnya harus puas finis di posisi kelima.

Meski belum sepenuhnya sempurna, hasil di Sepang menjadi sinyal positif bagi Red Bull. Team Principal Red Bull Laurent Mekies menyebut timnya terus mengalami peningkatan performa dalam beberapa balapan terakhir.

”Ini menegaskan tren positif sejak Monza (GP Italia), Madrid (GP Spanyol), hingga Baku. Kami terus meningkatkan performa sedikit demi sedikit di setiap balapan,” kata Mekies, dikutip dari Motorsport.

GP Singapura Jadi Ujian bagi Performa Red Bull

Setelah kemenangan di Sepang, Red Bull akan menghadapi tantangan berbeda di GP Singapura. Sirkuit jalanan Marina Bay memiliki karakteristik tikungan lambat dan rangkaian tikungan teknis yang menuntut keseimbangan serta kelincahan mobil.

Karakter lintasan tersebut menjadi ujian bagi RB22 untuk membuktikan bahwa peningkatan performa Red Bull tidak hanya menguntungkan di sirkuit seperti Sepang.

Data telemetri dari balapan di Malaysia memperlihatkan Verstappen memiliki keunggulan kecepatan di lintasan lurus dibandingkan pembalap Ferrari, Lewis Hamilton. Sebaliknya, Hamilton mampu mengimbangi, bahkan memangkas waktu saat memasuki tikungan.

Perbedaan tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan Red Bull ketika menyiapkan mobil untuk Marina Bay.

Meski demikian, Mekies tetap optimistis timnya dapat beradaptasi dengan karakter sirkuit Singapura dan mempertahankan tren positif.

”Kami akan berusaha beradaptasi sebaik mungkin pada balapan berikutnya dan melihat hasilnya. Kami tetap berpikir Singapura, mudah-mudahan, akan cocok bagi kami, terutama untuk performa di tikungan lambat,” ujar Mekies.

Mercedes Masih Jadi Ancaman Utama

 

Di tengah peningkatan performa Red Bull, Mekies menilai Mercedes tetap menjadi salah satu tim yang paling sulit dikalahkan, termasuk di Sirkuit Marina Bay.

Menurut dia, Red Bull berpeluang bersaing memperebutkan podium dalam beberapa balapan berikutnya. Namun, untuk meraih kemenangan secara konsisten, timnya masih harus menghadapi tantangan besar dari Mercedes.

”Kami pikir akan tetap berada dalam persaingan podium di beberapa balapan berikutnya. Untuk kemenangan, Mercedes selalu berada di sana. Bagi kami, sangat sulit untuk bisa menyamai mereka secara konsisten,” tutur Mekies.

Mercedes memang menunjukkan performa kuat sepanjang musim ini. Sebelum balapan di Sepang, tim berjuluk Silver Arrows tersebut disebut meraih kemenangan di Monza, Madrid, dan Baku.

Mercedes juga mendominasi enam balapan awal musim. Secara keseluruhan, tim tersebut telah mengoleksi 11 kemenangan balapan musim ini berdasarkan data dalam laporan sumber.

Dengan hasil tersebut, GP Singapura menjadi kesempatan bagi Red Bull untuk menguji konsistensi peningkatan performanya sekaligus mengukur jarak persaingan dengan Mercedes.

Kemenangan Verstappen di Sepang telah memberikan dorongan bagi Red Bull. Namun, karakter Marina Bay yang berbeda akan menentukan apakah RB22 mampu kembali bersaing untuk kemenangan atau harus puas mengejar podium.

Red Bull Menang di Sepang, Verstappen Bidik Hasil Positif di GP Singapura


Meta deskripsi: Max Verstappen membawa Red Bull meraih kemenangan pertama musim ini di Sepang. GP Singapura menjadi ujian berikutnya bagi RB22.

Tag: Max Verstappen, Red Bull Racing, F1 2026, GP Singapura, Mercedes

Red Bull Racing mulai menunjukkan kebangkitan di Formula 1 2026. Max Verstappen membawa timnya meraih kemenangan pertama musim ini di Sirkuit Sepang, Malaysia, pekan lalu. Hasil tersebut menjadi modal penting menjelang Grand Prix (GP) Singapura di Sirkuit Marina Bay akhir pekan ini.

Verstappen tampil meyakinkan dalam balapan yang disebut sebagai GP Bahrain di Malaysia tersebut. Memulai lomba dari pole position, pembalap asal Belanda itu memimpin 43 dari total 55 lap untuk mengamankan kemenangan.

Performa tersebut melanjutkan tren positif Verstappen setelah finis kedua di GP Azerbaijan di Baku, satu pekan sebelumnya. Saat itu, dia hanya terpaut 0,196 detik dari pembalap Mercedes, George Russell.

Rekan setim Verstappen, Isack Hadjar, juga berpeluang meraih podium di Sepang. Namun, masalah baterai pada mobil RB22 membuatnya harus puas finis di posisi kelima.

Meski belum sepenuhnya sempurna, hasil di Sepang menjadi sinyal positif bagi Red Bull. Team Principal Red Bull Laurent Mekies menyebut timnya terus mengalami peningkatan performa dalam beberapa balapan terakhir.

”Ini menegaskan tren positif sejak Monza (GP Italia), Madrid (GP Spanyol), hingga Baku. Kami terus meningkatkan performa sedikit demi sedikit di setiap balapan,” kata Mekies, dikutip dari Motorsport.


GP Singapura Jadi Ujian bagi Performa Red Bull



Setelah kemenangan di Sepang, Red Bull akan menghadapi tantangan berbeda di GP Singapura. Sirkuit jalanan Marina Bay memiliki karakteristik tikungan lambat dan rangkaian tikungan teknis yang menuntut keseimbangan serta kelincahan mobil.

Karakter lintasan tersebut menjadi ujian bagi RB22 untuk membuktikan bahwa peningkatan performa Red Bull tidak hanya menguntungkan di sirkuit seperti Sepang.

Data telemetri dari balapan di Malaysia memperlihatkan Verstappen memiliki keunggulan kecepatan di lintasan lurus dibandingkan pembalap Ferrari, Lewis Hamilton. Sebaliknya, Hamilton mampu mengimbangi, bahkan memangkas waktu saat memasuki tikungan.

Perbedaan tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan Red Bull ketika menyiapkan mobil untuk Marina Bay.

Meski demikian, Mekies tetap optimistis timnya dapat beradaptasi dengan karakter sirkuit Singapura dan mempertahankan tren positif.

”Kami akan berusaha beradaptasi sebaik mungkin pada balapan berikutnya dan melihat hasilnya. Kami tetap berpikir Singapura, mudah-mudahan, akan cocok bagi kami, terutama untuk performa di tikungan lambat,” ujar Mekies.



Mercedes Masih Jadi Ancaman Utama


Di tengah peningkatan performa Red Bull, Mekies menilai Mercedes tetap menjadi salah satu tim yang paling sulit dikalahkan, termasuk di Sirkuit Marina Bay.

Menurut dia, Red Bull berpeluang bersaing memperebutkan podium dalam beberapa balapan berikutnya. Namun, untuk meraih kemenangan secara konsisten, timnya masih harus menghadapi tantangan besar dari Mercedes.

”Kami pikir akan tetap berada dalam persaingan podium di beberapa balapan berikutnya. Untuk kemenangan, Mercedes selalu berada di sana. Bagi kami, sangat sulit untuk bisa menyamai mereka secara konsisten,” tutur Mekies.

Mercedes memang menunjukkan performa kuat sepanjang musim ini. Sebelum balapan di Sepang, tim berjuluk Silver Arrows tersebut disebut meraih kemenangan di Monza, Madrid, dan Baku.

Mercedes juga mendominasi enam balapan awal musim. Secara keseluruhan, tim tersebut telah mengoleksi 11 kemenangan balapan musim ini berdasarkan data dalam laporan sumber.

Dengan hasil tersebut, GP Singapura menjadi kesempatan bagi Red Bull untuk menguji konsistensi peningkatan performanya sekaligus mengukur jarak persaingan dengan Mercedes.

Kemenangan Verstappen di Sepang telah memberikan dorongan bagi Red Bull. Namun, karakter Marina Bay yang berbeda akan menentukan apakah RB22 mampu kembali bersaing untuk kemenangan atau harus puas mengejar podium.

(*)

Editor : Putut Ariyo
Max Verstappen Red Bull Racing F1 2026 GP Singapura Mercedes