Hasil FP1 Moto3 Mandalika 2026: Almansa Tercepat, Veda Ega Finis 10 Besar

JawaPos • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 13:31 WIB
David Almansa menjadi pebalap tercepat pada FP1 Moto3 Mandalika 2026 dengan catatan 1 menit 37,515 detik, sementara Veda Ega Pratama finis di posisi ke-10. (Mandalika Grand Prix)
David Almansa menjadi pebalap tercepat pada FP1 Moto3 Mandalika 2026 dengan catatan 1 menit 37,515 detik, sementara Veda Ega Pratama finis di posisi ke-10. (Mandalika Grand Prix)

batampos – David Almansa tampil sebagai pebalap tercepat pada sesi latihan bebas pertama (FP1) Moto3 Mandalika 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Jumat (9/10/2026) pagi WIB.

Pebalap Liqui Moly Dynavolt Intact GP itu mencatatkan waktu terbaik 1 menit 37,515 detik. Sementara itu, pebalap Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil mengamankan posisi ke-10 bersama Honda Team Asia.

Veda mencatatkan waktu 1 menit 38,746 detik atau terpaut 1,231 detik dari Almansa. Hasil tersebut menjadi modal awal bagi pebalap tuan rumah untuk menghadapi sesi berikutnya dalam rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia.

Persaingan di barisan depan berlangsung ketat hingga akhir sesi. Maximo Quiles, yang sempat mendominasi latihan, harus merelakan posisi teratas setelah Almansa mencatatkan waktu terbaik pada menit-menit akhir.

Almansa unggul 0,526 detik atas Alvaro Carpe yang finis di posisi kedua. Sementara itu, Quiles menempati urutan ketiga dengan selisih 0,691 detik dari pemimpin sesi.

Hasil ini menunjukkan persaingan yang masih terbuka pada awal rangkaian Moto3 Mandalika 2026. Meski Almansa memimpin FP1, para pebalap masih memiliki kesempatan memperbaiki catatan waktu pada sesi selanjutnya.

Veda Ega Bersaing Ketat di 10 Besar

Perhatian publik Indonesia tertuju pada Veda Ega Pratama yang mampu menembus 10 besar dalam sesi latihan pertama di hadapan pendukung sendiri.

Veda menempati posisi ke-10 dengan selisih waktu 1,231 detik dari Almansa. Ia hanya terpaut 0,016 detik dari Marco Morelli yang berada di posisi kesembilan berdasarkan selisih waktu terhadap pemimpin sesi.

Sementara itu, Matteo Bertelle menempati posisi kedelapan, disusul Morelli di urutan kesembilan dan Veda di posisi ke-10.

Persaingan di kelompok tengah berlangsung rapat. Perbedaan waktu yang tipis membuat perubahan kecil dalam catatan lap berpotensi memengaruhi posisi pebalap pada sesi berikutnya.

Veda perlu menjaga konsistensi sekaligus meningkatkan kecepatan untuk memperbaiki posisinya. Namun, hasil FP1 ini menjadi indikasi awal bahwa pebalap Indonesia tersebut mampu bersaing di kelompok 10 besar.

Almansa Ungguli Carpe dan Quiles

Di barisan depan, Almansa berhasil mengakhiri sesi dengan catatan waktu 1 menit 37,515 detik. Carpe menyusul di posisi kedua, sedangkan Quiles harus puas berada di urutan ketiga.

Joel Kelso menempati posisi keempat dengan selisih 0,729 detik dari Almansa. Eddie O'Shea berada di urutan kelima dengan gap 0,815 detik, diikuti Joel Esteban di posisi keenam dengan selisih 1,072 detik.

Adrian Fernandez melengkapi posisi ketujuh dengan selisih 1,146 detik. Matteo Bertelle berada di urutan kedelapan, Marco Morelli di posisi kesembilan, dan Veda Ega menutup 10 besar.

Di luar 10 besar, David Munoz menempati posisi ke-11, disusul Hakim Danish di urutan ke-12 dan Scott Ogden di posisi ke-13.

Brian Uriarte berada di urutan ke-14, sedangkan Guido Pini melengkapi posisi ke-15.

Rico Salmela menempati posisi ke-16, Ruche Moodley di urutan ke-17, Casey O'Gorman di posisi ke-18, dan Jesus Rios di urutan ke-19.

Ryusei Yamanaka berada di posisi ke-20, diikuti Adrian Cruces di urutan ke-21 dan Zen Mitani di posisi ke-22.

Leo Rammerstorfer menempati urutan ke-23, Valentin Perrone di posisi ke-24, Ryota Ogiwara di urutan ke-25, sedangkan Kiattisak Singhapong berada di posisi ke-26.

Persaingan Masih Terbuka

Hasil FP1 menjadi evaluasi awal bagi seluruh pebalap untuk meningkatkan performa di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.

Almansa membuka persaingan dengan catatan waktu terbaik, sedangkan Quiles tetap menunjukkan daya saing melalui posisi ketiga. Carpe juga memberikan tekanan dengan finis di urutan kedua.

Bagi Veda Ega Pratama, posisi ke-10 menjadi bekal awal untuk menghadapi sesi selanjutnya. Konsistensi, peningkatan catatan lap, dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi lintasan akan menjadi faktor penting dalam upayanya bersaing di barisan depan.

Meski demikian, hasil latihan pertama belum menentukan hasil akhir. Persaingan Moto3 Mandalika 2026 masih terbuka, dan peluang para pebalap untuk memperbaiki posisi tetap tersedia pada sesi berikutnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
David Almansa Moto3 Mandalika 2026 FP1