Unggul Tak Bertahan Lama, Rabiot Kesal AC Milan Kehilangan Dua Poin

JawaPos • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 23:44 WIB
Gol Rabiot pada menit ke-63 gagal membawa Rossoneri meraih kemenangan setelah Cas Odenthal menyamakan skor lima menit kemudian. Rabiot meminta timnya memperbaiki mentalitas dan efektivitas serangan. (Dok. Adrien Rabiot)
Gol Rabiot pada menit ke-63 gagal membawa Rossoneri meraih kemenangan setelah Cas Odenthal menyamakan skor lima menit kemudian. Rabiot meminta timnya memperbaiki mentalitas dan efektivitas serangan. (Dok. Adrien Rabiot)

batmpos– AC Milan gagal membawa pulang tiga poin setelah ditahan imbang Sassuolo 1-1 pada pekan keenam Liga Italia 2026/2027 di Mapei Stadium, Minggu (11/10). Hasil ini membuat gelandang Adrien Rabiot kecewa dan meminta rekan-rekannya memperbaiki mentalitas serta efektivitas serangan.

Milan sebenarnya sempat berada di atas angin setelah Rabiot mencetak gol pada menit ke-63. Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan lima menit. Cas Odenthal menyamakan kedudukan untuk Sassuolo pada menit ke-68.

Rabiot menilai Milan seharusnya mampu mempertahankan keunggulan dan mengelola pertandingan dengan lebih baik. Ia juga menyoroti penampilan kiper Mike Maignan yang melakukan sejumlah penyelamatan penting untuk mencegah gawang Rossoneri kembali kebobolan.

“Kami mencetak gol dan kemudian langsung kebobolan. Mike menyelamatkan kami dari situasi lain. Kami tidak bisa hanya berdiam diri seperti ini. Kami perlu memperbaiki mentalitas dan meningkatkan permainan,” ujar Rabiot kepada DAZN, dikutip dari Tuttomercatoweb.

Menurut gelandang timnas Prancis tersebut, Milan sebenarnya memiliki kualitas untuk meraih kemenangan. Namun, sejumlah kelemahan dalam mengelola pertandingan membuat mereka kehilangan dua poin penting.

Rabiot mengakui Sassuolo bukan lawan yang mudah, terutama karena memiliki pemain berkualitas di lini depan. Meski demikian, ia menegaskan Milan harus lebih konsisten jika ingin bersaing di papan atas Liga Italia.

“Kami perlu mengelola fase-fase tertentu dengan lebih baik. Kami harus mendapatkan lebih banyak poin karena telah bermain cukup baik dalam pertandingan-pertandingan terakhir. Saya kecewa karena kami tidak boleh kehilangan terlalu banyak poin,” katanya.

Minim Peluang di Kotak Penalti

Selain persoalan mentalitas, Rabiot juga menyoroti kurangnya efektivitas serangan Milan. Menurutnya, penguasaan bola belum cukup jika tidak diikuti dengan penciptaan peluang berbahaya di depan gawang lawan.

Ia meminta para gelandang lebih aktif masuk ke kotak penalti. Bek sayap juga diharapkan berani membantu serangan agar Milan memiliki lebih banyak pemain di area pertahanan lawan.

“Kami perlu menempatkan lebih banyak pemain di dalam kotak penalti saat menyerang. Kami sering bermain dengan terlalu sedikit pemain di sana dan perlu memperbaiki hal ini,” ujarnya.

Rabiot menilai Milan masih harus meningkatkan kualitas permainan meskipun tim telah bekerja keras dalam latihan.

“Kami selalu menguasai bola, tetapi menciptakan terlalu sedikit peluang,” katanya.

Hasil imbang melawan Sassuolo menjadi pekerjaan rumah bagi Rossoneri. Milan dituntut lebih efektif memanfaatkan peluang sekaligus menjaga konsentrasi setelah mencetak gol.

Bagi Rabiot, pembenahan mentalitas dan keberanian menambah tekanan di kotak penalti lawan menjadi kunci agar Milan tidak kembali kehilangan poin penting dalam persaingan Liga Italia musim ini. (*)

Editor : Jamil Qasim
Liga Italia AC Milan