batampos - Qinwen Zheng mengukir sejarah setelah menjuarai China Open 2026. Petenis tuan rumah itu menjadi petenis China pertama yang menjuarai nomor tunggal putri turnamen tersebut sejak pertama kali digelar pada 2004, setelah mengalahkan petenis Rusia, Mirra Andreeva, dengan skor 7-5, 6-4 pada partai final.
Dilansir dari Flashscore, Senin (12/10/2026), kemenangan tersebut mengakhiri penantian Zheng selama hampir dua tahun untuk kembali meraih gelar. Petenis berusia 24 tahun itu sebelumnya harus menjalani pemulihan setelah operasi siku pada 2025 yang memengaruhi kebugaran dan performanya.
Gelar di Beijing terasa istimewa bagi Zheng karena diraih di hadapan pendukung sendiri setelah melewati periode sulit dalam kariernya. Kemenangan ini juga menjadi trofi pertamanya sejak menjuarai turnamen di Tokyo pada Oktober 2024.
Pertandingan final berlangsung ketat sejak set pertama. Andreeva memberikan perlawanan melalui permainan konsisten dari garis belakang dan terus menekan Zheng.
Namun, Zheng mampu bangkit saat berada dalam posisi sulit. Dia menyelamatkan tiga peluang set point, menyamakan kedudukan menjadi 5-5, lalu merebut set pembuka dengan skor 7-5.
Memasuki set kedua, persaingan kembali berlangsung sengit. Kedua pemain mampu mempertahankan servis masing-masing hingga Zheng menemukan celah pada gim kesembilan.
Petenis China itu berhasil mematahkan servis Andreeva melalui pukulan akurat di dekat garis lapangan. Zheng kemudian memastikan kemenangan 6-4 lewat pukulan ace pada kesempatan match point pertamanya.
Kemenangan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Zheng karena sekaligus memberinya gelar WTA 1000 pertama sepanjang karier profesionalnya.
Dukungan penonton tuan rumah turut membuat kemenangan di Beijing semakin bermakna setelah berbagai tantangan yang harus dilewatinya selama masa pemulihan cedera.
Sementara itu, Andreeva harus puas menjadi runner-up dalam penampilan final perdananya di China Open. Meski gagal membawa pulang gelar, petenis muda Rusia tersebut berpeluang naik ke peringkat ketiga dunia, yang akan menjadi pencapaian tertinggi dalam kariernya. (*)
Editor : Putut Ariyo