batampos - Batam membidik 150 medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) 2026 di Tanjungpinang. Dengan kekuatan sekitar 620 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, ofisial, dan panitia, Kota Batam menargetkan kembali merebut gelar juara umum.
Porprov Kepri VI dijadwalkan berlangsung pada 1–8 November 2026. Menjelang kompetisi tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Batam bersama panitia kontingen dan pengurus cabang olahraga (cabor) terus mematangkan persiapan atlet melalui pemusatan latihan atau training center (TC).
Wakil Ketua I Panitia Pelaksana Kontingen Kota Batam, Julkarnain, mengatakan persiapan saat ini berfokus pada kesiapan atlet dan pemantauan tempat latihan. Ketua Umum KONI Batam, Rani Rafitriyani, juga rutin turun langsung ke lapangan untuk melihat perkembangan atlet.
“Alhamdulillah, tahun ini ketum kami, Ibu Rani, setiap venue beliau turun ke lapangan untuk melihat langsung kesiapan atlet kita,” kata Julkarnain kepada Batam Pos, Rabu (14/10) sore.
Ia menjelaskan, jumlah atlet Batam yang dipersiapkan untuk Porprov Kepri 2026 mencapai lebih dari 500 orang. Jika ditambah pelatih, ofisial, dan unsur panitia, total kekuatan kontingen diperkirakan mencapai 620 orang.
Batam akan mengikuti 30 cabor dengan target bersaing memperebutkan medali di berbagai nomor pertandingan. Dari sekitar 279 nomor yang menjadi perhitungan kontingen, Batam membidik 150 medali emas untuk memperbesar peluang mempertahankan gelar juara umum.
Julkarnain mengatakan, Batam memiliki rekam jejak sebagai juara umum dalam sejumlah penyelenggaraan Porprov sebelumnya. Prestasi tersebut menjadi modal sekaligus motivasi bagi kontingen untuk kembali meraih hasil terbaik pada tahun ini.
“Dari awal tahun 2006 sampai tahun 2022 terakhir kita selalu juara umum. Tahun ini kita menargetkan juga, insya Allah, juara umum,” ujar mantan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga tersebut.
Menurut Julkarnain, peluang Batam menambah perolehan medali masih terbuka. Hasil akhir akan bergantung pada kesiapan atlet, pelatih, dan ofisial hingga hari pertandingan. Ia menilai antusiasme atlet selama menjalani persiapan juga menjadi modal penting bagi kontingen.
“Mungkin bisa meningkat lagi seiring kesiapan atlet, kesiapan pelatih dan ofisial. Semangat atlet dan sinergi mereka luar biasa, mereka sangat antusias,” katanya.
Sejumlah cabor yang selama ini menjadi andalan Batam, seperti pencak silat dan taekwondo, diharapkan kembali menyumbangkan medali emas. KONI Batam berharap atlet dari kedua cabor tersebut mampu mempertahankan prestasi dan memperkuat peluang kontingen meraih gelar juara umum.
KONI Batam Pantau Kesehatan Atlet
Selain persiapan teknis, kondisi kesehatan atlet juga menjadi perhatian KONI Batam. Pemantauan dilakukan terhadap kualitas udara menyusul kabut asap yang sempat mengganggu kondisi lingkungan di Batam.
Sejumlah cabor, seperti sepak bola, bola voli, dan sepak takraw, menggunakan arena terbuka sehingga kegiatan latihan perlu menyesuaikan kondisi cuaca dan kualitas udara. Pelatih setiap cabor diminta mempertimbangkan kondisi lingkungan saat mengatur aktivitas atlet.
“Kami juga selalu memantau bagaimana kondisi sekarang, ISPU sejauh mana. Kondisi cuaca seperti kemarin sore hujan dan tentu mereka istirahat,” kata Julkarnain.
Dalam sepekan ini, Julkarnain bersama Ketua KONI Batam dan pengurus berencana mengunjungi sejumlah venue untuk memantau kesiapan latihan serta kondisi atlet. KONI Batam juga telah menerima jadwal pertandingan dari 30 cabor yang akan diikuti kontingen.
Untuk mendukung kebutuhan atlet selama berada di Tanjungpinang, KONI Batam turut menyiapkan perlengkapan kontingen. Perlengkapan tersebut meliputi jersey, topi, sepatu, kaus, hingga ransel.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Batam berharap target 150 medali emas dapat tercapai dan gelar juara umum Porprov Kepri 2026 kembali dibawa pulang. (*)
Editor : Putut Ariyo