Ajax Tumbang, Dua Kesalahan Fatal Jadi Petaka

JawaPos • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:31 WIB
Ajax Amsterdam kalah 1-2 dari Hajduk Split di Liga Europa. (Elvir Islamovic/UEFA)
Ajax Amsterdam kalah 1-2 dari Hajduk Split di Liga Europa. (Elvir Islamovic/UEFA)

Dominasi Babak Kedua Tak Mampu Selamatkan Wakil Belanda

batampos – Ajax Amsterdam mengawali perjalanan di Liga Europa dengan hasil mengecewakan. Bertandang ke markas Hajduk Split di Stadion Poljud, Kroasia, Kamis (15/10), raksasa Belanda itu menyerah 1-2. Dua kesalahan fatal menjadi petaka bagi Ajax meski mampu bangkit dan mendominasi permainan pada babak kedua.

Pelatih Ajax, Michel Sanchez, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Ia menilai anak asuhnya tampil jauh di bawah standar, terutama sepanjang babak pertama.

Ajax kesulitan mengembangkan permainan sejak peluit awal dibunyikan. Tekanan agresif tuan rumah membuat tim tamu kerap kehilangan bola dan gagal membangun serangan dengan baik.

Sebaliknya, Hajduk Split tampil percaya diri. Tim asal Kroasia itu berani mengambil inisiatif serangan dan beberapa kali merepotkan pertahanan Ajax.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-37. Abdoulie Sanyang membawa Hajduk Split unggul melalui tembakan dari sisi kanan kotak penalti setelah menerima umpan Marin Soticek dalam skema serangan balik cepat.

Gol tersebut membuat tuan rumah menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, Ajax berusaha bangkit. Permainan mereka lebih agresif, penguasaan bola meningkat, dan tekanan terhadap pertahanan Hajduk Split semakin intens.

Hasilnya terlihat pada menit ke-53. Davy Klaassen berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat tembakan dari tengah kotak penalti yang mengarah ke sudut kiri atas gawang.

Gol tersebut berawal dari umpan silang Thilo Kehrer yang berhasil dimaksimalkan Klaassen.

Namun, kegembiraan Ajax hanya berlangsung dua menit. Hajduk Split kembali unggul pada menit ke-55 melalui Marin Soticek.

Penyerang asal Kroasia itu memanfaatkan umpan Michele Sego sebelum melepaskan tembakan dari tengah kotak penalti untuk mengubah skor menjadi 2-1.

Tertinggal satu gol, Ajax meningkatkan intensitas serangan. Sejumlah peluang tercipta, termasuk melalui Tolu Arokodare dan Marcos Leonardo.

Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat seluruh peluang terbuang. Hingga pertandingan berakhir, skor 2-1 untuk kemenangan Hajduk Split tetap bertahan.

Pelatih Ajax Kecewa

Seusai pertandingan, Michel Sanchez mengakui timnya tampil buruk pada babak pertama. Ajax dinilai terlalu mudah kehilangan penguasaan bola dan gagal memberikan tekanan kepada lawan.

"Babak pertama benar-benar tidak cukup baik. Kami terlalu sering kehilangan bola. Kami kekurangan energi dan tidak mampu memberikan tekanan yang cukup," ujar Michel, dikutip dari laman resmi UEFA.

Ia menilai penampilan Ajax sebenarnya jauh membaik setelah turun minum. Bahkan, timnya mampu mengendalikan jalannya pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang.

Namun, kesalahan di lini pertahanan membuat upaya bangkit tersebut berakhir sia-sia.

"Pada babak kedua, kami mendominasi dan seharusnya bisa mendapatkan hasil lebih baik. Namun, kami kebobolan dua gol akibat dua kesalahan. Ketika Anda memberikan gol dengan cara seperti itu, inilah yang terjadi," tegasnya.

Kekalahan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Ajax, terutama dalam menjaga konsentrasi dan meminimalkan kesalahan saat menghadapi tekanan lawan.

Hajduk Split Puas

Di kubu tuan rumah, pelatih Hajduk Split Gonzalo Garcia mengaku bangga dengan keberanian dan kerja keras para pemainnya.

Menurut Garcia, kemenangan atas Ajax menunjukkan timnya mampu bersaing dengan klub yang memiliki tradisi besar di kompetisi Eropa.

"Saya bangga kepada para pemain dan sangat senang. Kami memainkan sepak bola menyerang, melakukan tekanan, dan memiliki gagasan permainan," kata Garcia kepada Arena Sport.

Garcia menegaskan, keberanian mengambil inisiatif menjadi kunci kemenangan timnya.

"Kami ingin menjadi tim besar, dan untuk mewujudkannya, Anda harus berani mengambil inisiatif," ujarnya.

Ia juga memuji kedisiplinan para pemain dalam menjalankan tugas, baik ketika menyerang maupun bertahan.

"Saya juga bangga melihat para penyerang membantu pertahanan dan para pemain bertahan ikut membangun serangan. Kami menuntut banyak hal dari setiap pemain dan inilah yang selalu ingin kami lihat," tambahnya.

Kemenangan ini membawa Hajduk Split mengamankan tiga poin dan menempati posisi ke-10 klasemen sementara Liga Europa.

Sebaliknya, Ajax harus puas berada di peringkat ke-25 setelah gagal meraih poin pada pertandingan pembuka.

Hasil tersebut menjadi peringatan bagi Ajax untuk segera memperbaiki performa jika ingin menjaga peluang melangkah jauh di kompetisi Eropa musim ini. (*)

Editor : Jamil Qasim
Liga Europa Ajax Tumbang