Fajar/Fikri Juara Denmark Open 2026

jpg • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 05:42 WIB
PEBULU tangkis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, mengalahkan pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, pada partai final Denmark Open 2026 di Jyske Bank Arena, Odense, Denmark, Minggu (18/10). FOTO: PP PBSI
PEBULU tangkis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, mengalahkan pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, pada partai final Denmark Open 2026 di Jyske Bank Arena, Odense, Denmark, Minggu (18/10). FOTO: PP PBSI

batampos — Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tak ingin terlena setelah menjuarai Denmark Open 2026. Gelar tersebut menjadi tambahan motivasi bagi pasangan Merah Putih itu untuk terus berkembang dan mengejar prestasi yang lebih tinggi.

Fajar/Fikri memastikan gelar juara setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, pada partai final di SJF Bank Arena, Odense, Denmark, Minggu (18/10). Pasangan unggulan ketiga itu menang dua gim langsung dengan skor telak 21-8 dan 21-11.

Gelar ini terasa istimewa bagi Fajar/Fikri. Setelah gagal menjadi juara pada final Denmark Open tahun lalu, keduanya akhirnya berhasil membawa pulang trofi dari turnamen yang sama.

Keberhasilan tersebut juga menjadi momentum kebangkitan setelah mereka mengalami kekecewaan di Asian Games 2026. Fajar menyebut gelar Denmark Open sebagai awal untuk meraih prestasi yang lebih baik pada turnamen berikutnya.

“Alhamdulillah sangat bersyukur setelah tahun lalu gagal di final, kali ini kami bisa menjuarai Denmark Open. Semoga menjadi awal untuk prestasi kami ke depannya lebih lagi,” ujar Fajar dalam keterangan PBSI, dikutip Senin (19/10).

“Kekalahan di Asian Games kemarin memacu kami berdua untuk mencapai hasil yang terbaik lagi,” tambahnya.

Strategi Agresif Jadi Kunci Fajar/Fikri Kalahkan Aaron/Soh

Fajar mengungkapkan, strategi menyerang sejak awal menjadi salah satu kunci kemenangan atas Aaron/Soh. Dengan kondisi laju kok yang cepat, pasangan Indonesia memilih bermain agresif dan terus menekan lawan.

Pengalaman menghadapi Aaron/Soh dalam sejumlah pertemuan juga membantu Fajar/Fikri membaca pola permainan pasangan Malaysia tersebut. Keduanya sudah beberapa kali bertemu Aaron/Soh, bahkan sebelum mulai berpasangan.

“Kami sudah sangat sering bertemu Aaron/Soh, bahkan sejak sebelum kami berpasangan, jadi sudah tahulah kelemahan dan kelebihan masing-masing,” kata Fajar.

Strategi tersebut membuat Aaron/Soh kesulitan mengembangkan permainan. Fajar/Fikri mampu mengendalikan jalannya pertandingan hingga menuntaskan laga dalam dua gim langsung.

Fajar/Fikri Koleksi Empat Gelar BWF World Tour

Meski berhasil meraih gelar bergengsi, Fikri menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri. Ia memilih memandang setiap pertandingan sebagai tantangan baru agar motivasi untuk terus berprestasi tetap terjaga.

“Saya menganggap setiap pertandingan itu awal lagi, baru lagi, dari nol lagi. Jadi, kami jangan cepat puas juga. Yang penting banyak usaha, ikhtiar, dan doa,” pungkas Fikri.

Gelar Denmark Open 2026 menjadi trofi keempat Fajar/Fikri di turnamen BWF World Tour sejak keduanya berpasangan. Sebelumnya, mereka menjuarai China Open 2025, Japan Open 2026, dan China Open 2026.

Tambahan gelar tersebut memperkuat catatan positif pasangan pelatnas PBSI Cipayung itu. Namun, bagi Fajar/Fikri, kemenangan di Denmark bukanlah garis akhir. Mereka ingin menjadikan keberhasilan tersebut sebagai modal untuk menghadapi tantangan berikutnya dan meraih prestasi yang lebih tinggi. (*)

Editor : Putut Ariyo
bulu tangkis pbsi Fajar 2026