batampos- Bupati Karimun, Iskandarsyah bersama Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole serta didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Karimun, Senin (23/6) membuka pelatihan rigger atau juru ikat. Pelatihan ini diikuti 39 orang yang telah melalui seleksi administrasi dan tes tertulis.
''Sesuai dengan komitmen kami untuk membangun Kabupaten Karimun. Yakni, tidak saja
membangun daerah secara fisik, tapi juga membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Salah satunya, melalui program pelatihan yang kita laksanakan saat ini. Dengan pelatihan ini, tentunya diharapkan tenaga kerja (Naker) kita memiliki keterampilan atau kemampuan dibidangnya,'' ujar Bupati Karimun, Iskandarsyah kepada Batam Pos.
Dengan memiliki skill atau keterampilan, lanjut Bupati, tentunya Naker Kabupaten Karimun memiliki daya saing. Apalagi, sesuai dengan salah satu visi dan misi pembangunan Kabupaten Karimun adalah menciptakan 5 ribu lapangan pekerjaan. Dan untuk meningkatkan SDM daerah yang unggul, ke depan Pemerintah Kabupaten Karimun akan berkolaborasi dengan stakeholder terkait.
''Jumlah yang mengikuti pelatihan rigger atau juru ikat memang tidak banyak. Dengan kondisi
anggaran yang terbatas akibat dampak dari efisiensi. Untuk itu, saya akan mengajak dunia
perbankan, khususnya Bank Indonesia (BI) untuk mengajak kerja sama dalam bidang pelatihan
Naker di Karimun. Termasuk juga perusahaan yang ada di Karimun akan kita ajak kerja sama
melalui dana CSR,'' jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Karimun, Ruffindy
Alamsjah menyebutkan, untuk pelatihan yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Karimun ada tiga bidang atau jenis. ''Untuk pelatihan pertama yang kita laksanakan hari ini (Senin, red) adalah rigger juru ikat yang pesertanya 39 orang. Menyusul setelah pelatihan ini akan dilaksanakan pelatihan juru las 3G SMAW dan juru las 3/4FCAW,'' paparnya.
Peserta yang mengikuti pelatihan rigger ini, katanya, berasal dari 13 kecamatan se Kabupaten
Karimun. Artinya, hanya ada satu kecamatan yang tidak ada pesertanya. Dan, seperti diketahui, minat masyarakat untuk ikut 3 jenis bidang pelatihan, rigger atau juru ikat, juru las 3G SMAW dan juru las 3/4FCAW cukup banyak. Hal ini diketahui dari jumlah yang melamar lebih seribu orang. (*)