Batampos - Bupati Karimun, Iskandarsyah, Senin (27/4/2026) meresmikan jembatan gantung yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun. Yakni Desa Tebias dengan Desa Sungai Asam. Jembatan ini diberi nama tokoh masyarakat setempat, yakni Tok Kenot.
''Jembatan gantung ini sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya untuk memutus jarak dan juga biaya. Artinya, masyarakat di dua desa tidak lagi harus naik kapal atau speedboat untuk bisa sampai ke tujuan,'' ujar Bupati Karimun, Iskandarsyah kepada Batam Pos kemarin.
Dengan adanya jembatan gantung Tok Kenot ini juga, katanya, menjadi infrastruktur strategis yang berperan sebagai urat nadi baru. Karena, mendorong mobilitas warga sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi lokal.
Kemudian, manfaat yang sangat bear bagi anak-anak sekolah dan masyarakat yang hendak menuju Tanjung Balai Karimun melalui pelabuhan.
Baca Juga: Enola Holmes 3 Resmi Tayang 1 Juli 2026, Netflix Rilis Teaser Undangan Unik
''Pembangunan jembatan ini sejak 2025 yang menggunakan biaya dari APBN melalui Kementerian PUPR dengan nilai Rp7.076.748.000. Tentunya, atas nama pemerintah daerah kami ucapkan kepada pemerintah pusat yang telah membangun nya. Termasuk juga terima kasih kepada Cen Sui Lan yang mengusulkan pembangunan jembatan ini ketika menjadi anggota DPR RI,'' ungkapnya.
Jembatan Tok Kenot ini, tambahnya, spesifikasinya lebar 1,5 meter dan panjangnya 60 meter. Hanya untuk laluan sepeda motor dan pejalan kaki. Dan untuk meningkatkan akses jalan, tahun ini Pemerintah Kabupaten Karimun sudah menganggarkan Rp1,9 miliar lebih untuk pembukaan dan jalan. Khususnya, dari jembatan tersebut menuju ke Kantor Desa Sungai Asam. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak