batampos – PT Saipem Indonesia Karimun Yard resmi melepas keberangkatan proyek Ubadari CCUS Compression (UCC) Offshore berupa struktur Ubadari (Uba) Jacket untuk mendukung proyek strategis nasional di wilayah Tangguh, Papua Barat, Jumat (8/5).
Pelepasan struktur kaki-kaki penyangga bawah laut tersebut menjadi salah satu pencapaian penting industri maritim dan energi di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Bupati Karimun, Iskandarsyah, mengatakan keberhasilan pengerjaan proyek tersebut membuktikan kemampuan industri berat di Karimun telah memenuhi standar internasional.
“Saat ini Karimun sudah berada di level dunia. Pembuatan alat pengeboran minyak dan gas lepas pantai bisa dikerjakan oleh PT Saipem Indonesia Karimun Yard yang berkedudukan di Karimun,” ujarnya kepada Batam Pos.
Menurutnya, penyelesaian proyek Uba Jacket menjadi simbol kepercayaan global terhadap kualitas sumber daya manusia dan fasilitas industri di Kabupaten Karimun.
“Project Tangguh UCC bukan sekadar konstruksi, tetapi simbol kepercayaan dunia terhadap Karimun,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan berbagai proyek internasional yang dikerjakan PT Saipem Indonesia Karimun Yard semakin memperkuat posisi Karimun sebagai pusat industri berat di Kepulauan Riau yang mampu bersaing di tingkat global.
“Ini bukti Karimun mampu mendunia melalui proyek-proyek strategis yang mendukung ketahanan energi nasional,” tambahnya.
Pelepasan Uba Jacket merupakan bagian dari pengembangan proyek Tangguh di Papua Barat. Pemerintah daerah berharap keberhasilan proyek tersebut dapat menarik investasi baru sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.
Kegiatan pelepasan proyek turut dihadiri Kepala Staf Khusus Urusan Maritim Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kolonel Laut Erwin Christiyadi Gora, Deputi Eksploitasi SKK Migas Ir Surya Widyantoro, Regional President Asia Pacific G&LCE sekaligus Managing Director PT Saipem Indonesia Kathy Wu, Pierangelo Abela, serta perwakilan BC Kanwil Sorong, Undani. (*)
Editor : Putut Ariyotejo