Batampos - Desa Tulang, Kecamatan Selat Gelam merupakan salah desa yang dekat dengan Ibukota Kabupaten Tanjungbalai Karimun. Meski demikian, fasilitas listrik di desa ini belum maksimal alias tidak 24 jam layanan.
Tokoh Pemuda Desa Tulang, Sahrudin mengungkapkan, sudah
lama ia dan warga mendambakan listrik bisa menyala 24 jam. "Listrik memang sudah
masuk ke desa kami, tapi menyala hanya 14 jam. Yakni, mulai pukul 17.00 WIB sampai dengan pukul 07.00 WIB keesokan harinya," ujarnya saat ditemui Jumat (15/5/2026).
Jika listrik bisa menyala 24 jam, tentunya cukup membantu aktivitas warga. Tak hanya itu, bisa menjadikan daerah tersebut lebih hidup. Misalnya, meningkatkan usaha perikanan melalui freezer atau usaha lainnya yang bisa menambah penghasilan keluarga.
Baca Juga: Minat Baca Anak di Anambas Minim, Perpustakaan Daerah Gandeng PKK Perkuat Budaya Literasi
Camat Selat Gelam, Indra Sulaiman secara terpisah membenarkan jika di Desa Tulang listriknya belum menyala 24 jam. "Dan, listrik yang melayani 700 kepala keluarga di sana
bukan berasal dari Selat Gelam. Melainkan dari Desa Tanjungbatu Kecil, Kecamatan Buru. Dengan kata lain berbeda pulau," paparnya.
Kabel listrik untuk ke desa Tulang, katanya, dari PLTD Desa Tanjungbatu kecil melintasi Gunung Papan terus ke Tanjunghutan dan baru ke Sunga Sikop, Desa Tulang. Kalau kabel listrik dari Pulau Parit, Selat Gelam, maka akan lebih jauh lagi.
"Untuk itu, kami sudah punya rencana untuk mengusulkan ke Dinas ESDM Provinsi Kepri agar Desa Tulang bisa mendapatkan listrik menyala 24 jam. Tentunya, bersama pihak Kecamatan Buru juga, karena Desa Tanjungbatu Kecil listriknya juga belum bisa 24 jam," ujarnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak