Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Masa Orientasi Sekolah Dimulai, Bupati Karimun Tekankan Sekolah Harus Bebas dari Perundungan

Sandi Pramosinto • Senin, 13 Juli 2026 | 10:25 WIB
Bupati Karimun, Iskandarsyah mengalungkan tanda peserta MPLS Ramah kepada siswa baru sebagai tanda dimulainya masa orientasi siswa tahun ajaran baru 2026/2027 di Karimun, Senin (13/7/2026). F Sandi Pramosinto/Batam Pos
Bupati Karimun, Iskandarsyah mengalungkan tanda peserta MPLS Ramah kepada siswa baru sebagai tanda dimulainya masa orientasi siswa tahun ajaran baru 2026/2027 di Karimun, Senin (13/7/2026). F Sandi Pramosinto/Batam Pos

Batampos - Bupati Karimun, Iskandarsyah menyerukan kepada para siswa untuk menanamkan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan atau bullying saat membuka masa orientasi siswa baru atau yang dikenal dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tahun ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Karimun, Senin (13/7/2026) pagi.

Iskandarsyah mengajak seluruh siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah dengan baik sekaligus membangun karakter positif sejak hari pertama belajar. “Jadilah anak Indonesia hebat yang terus mengukir prestasi dan saling menghormati. Jangan ada bullying di sekolah atau pun di luar sekolah,” ujarnya didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Grandy Regel Tuerah.

Menurutnya, pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru, seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Karimun turut terlibat menyambut siswa. Selain bupati, Wakil Bupati Karimun bersama seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) juga ditugaskan menjadi pembina upacara di berbagai sekolah sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap dunia pendidikan.

Baca Juga: El Nino Godzilla Ancam Dunia, Harga Pangan Berpotensi Meroket hingga 2028

Iskandarsyah juga mengatakan, tahun ajaran 2026/2027 menjadi awal uji coba penerapan sistem lima hari sekolah di seluruh SD dan SMP negeri di Kabupaten Karimun. Program ini telah dipersiapkan sejak satu tahun lalu untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran sekaligus memberi kesempatan kepada siswa mengembangkan minat dan bakat di luar sekolah pada akhir pekan.

“Sabtu dan Minggu diharapkan dapat dimanfaatkan anak-anak untuk kegiatan olahraga, seni, budaya, maupun ekstrakurikuler lainnya. Selain itu, mereka juga memiliki lebih banyak waktu berkumpul bersama keluarga,” katanya.

Baca Juga: Sebanyak 18 Desainer Kompetisi Desain Kebaya dan Kerudung Kepri Berebut Tiket Nasional, PDIP Angkat Semangat Fatmawati

Meski demikian, ia mengakui penerapan lima hari sekolah masih menghadapi kendala di sejumlah sekolah yang masih menerapkan hingga tiga sesi belajar akibat keterbatasan ruang kelas. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karimun telah merencanakan pembangunan ruang kelas baru di lima sekolah pada tahun anggaran 2027 dengan alokasi dana sekitar Rp13 miliar.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Karimun, Salawati, mengatakan materi MPLS Ramah akan disampaikan oleh narasumber dari internal maupun eksternal sekolah.

"Materi yang diberikan mengacu pada surat edaran pemerintah, termasuk edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan bullying, sehingga peserta didik baru dapat memahami pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan saling menghargai," ujar Salawati. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Bupati Karimun #masa orientasi siswa #MPLS Ramah #sekolah bebas bullying #tahun ajaran baru