batampos – Tiga pipa distribusi air bersih milik Perumda Tirta Mulia Karimun mengalami kebocoran sejak Minggu (19/7) sekitar pukul 18.00 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan terganggunya pasokan air bersih di sejumlah wilayah Kecamatan Meral dan Kecamatan Karimun.
Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun, Ferry Kurniawan, mengatakan laporan pertama diterima petugas pelayanan dari masyarakat menjelang waktu Magrib. Setelah dilakukan pengecekan, petugas memastikan terdapat tiga titik kebocoran di kawasan Paya Rengas, Kelurahan Parit Benut, Kecamatan Meral.
Baca Juga: Kredit Perbankan di Kepri Melambat, BI Pastikan Stabilitas Keuangan Tetap Terjaga
"Petugas memberitahukan hal ini kepada saya dan setelah dicek di lapangan memang benar terdapat tiga titik kebocoran, meski lokasinya berbeda namun masih berada dalam satu kawasan," ujar Ferry, Senin (20/7).
Ia menjelaskan, seluruh pipa yang mengalami kebocoran merupakan pipa distribusi utama berdiameter 14 inci, yang berfungsi menyalurkan air ke pelanggan di sejumlah wilayah.
Menurut Ferry, dua dari tiga kebocoran disebabkan usia pipa yang sudah tua. Pipa tersebut telah terpasang sejak tahun 2011 atau sekitar 15 tahun lalu sehingga sudah memasuki masa yang layak untuk diganti.
"Dua titik kebocoran terjadi karena kondisi pipa yang sudah tua. Pipa itu dipasang sejak 2011, sehingga memang sudah saatnya dilakukan penggantian. Saat ini sedang dalam proses perbaikan," katanya.
Baca Juga: Mitsubishi New Xforce Hybrid, SUV Nyaman dengan Teknologi Terbaru
Sementara satu titik kebocoran lainnya terjadi pada pipa yang berada di dekat lokasi pembangunan jembatan. Pipa tersebut sebelumnya dipindahkan untuk menyesuaikan pekerjaan konstruksi, namun tidak lama kemudian mengalami kebocoran.
"Lokasi yang satu berada di dekat pembangunan jembatan. Pipa tersebut belum lama dipindahkan dan setelah itu mengalami kebocoran," jelasnya.
Karena ketiga titik berada pada jalur distribusi yang sama, proses perbaikan dilakukan secara bersamaan oleh tim teknis Perumda Tirta Mulia Karimun. Langkah itu diambil untuk meminimalkan kehilangan debit air serta mencegah pompa distribusi bekerja secara berulang akibat gangguan pada jaringan.
"Perbaikan kami lakukan secara bersamaan dan secepat mungkin. Targetnya selesai dalam hari ini atau maksimal 1x24 jam sejak kejadian. Tim bekerja penuh tanpa mengenal waktu karena ini menyangkut pelayanan kepada pelanggan," ujar Ferry.
Perumda Tirta Mulia Karimun berharap proses perbaikan dapat segera rampung sehingga distribusi air bersih ke pelanggan di wilayah terdampak dapat kembali normal. (*)
Editor : Jamil Qasim