Karimun Krisis Listrik, Pemadaman hingga Puluhan Jam

Sandi Pramosinto • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 06:00 WIB
Kendaraan polisi dari Polres Krimun sedang siaga di Kantor ULP PLN Tanjungbalai Karimun, Selasa (21/7/2026) kemarin sore. F Sandi Pramosinto/Batam Pos
Kendaraan polisi dari Polres Krimun sedang siaga di Kantor ULP PLN Tanjungbalai Karimun, Selasa (21/7/2026) kemarin sore. F Sandi Pramosinto/Batam Pos

Batampos - Unit Layanan Pelanggan PLN Tanjungbalai Karimun mengalami gangguan lsitrik sejak beberapa waktu lalu. Puncaknya terjad pemadaman total sejak Senin (20/7/2026) mulai pukul 17.00 WIB.

Bahkan hingga 24 jam, masih ada kawasan pemukiman yang terdampak pemadaman. Berbagai penyebabnya disebut rusaknya bagian travelung grate di PLTU. 

Kemudian, pada pukul 18.00 WIB muncul informasi dari PLN yang menyampaikan adanya kebakaran pada gardu lemari di jaringan lsitrik di PLTD. Sehingga, ini menyebabkan blackout atau padam total listrik.

Baca Juga: Mahkota Medical Centre Melaka Bangun Gedung 10 Lantai, Perkuat Layanan bagi Pasien Indonesia

Kondisi ini menyebabkan kekesalan masyarakat yang disampaikan lewat sosial media dan jaringan WA.

Manajer ULP PLN Tanjungbalai Karimun, Ahmad Subhan menyampaikan, pihaknya sudah berupaya dengan sekuat tenaga. " Peralatan lemari gardu pembagi jaringan sedang dalam proses pengiriman. Ada alat yang dari Dumai menggunakan kapal carter sudah dikirim estimasi perjalanan selama 18 jam," ujarnya.

Kemudian, katanya, ada juga yang dibawa dari Tanjungpinang menggunakan kapal Roro yang akan tiba malam hari.

Baca Juga: Warga Rempang Tolak Pematokan Lahan Sekolah Rakyat, Audiensi dengan Pemko Berlangsung Tertutup

Dia juga mendatangkan teknisi dari Tanjungpinang dan Pekanbaru untuk mengatasi kondisi kerusakan listrik di Tanjungbalai Karimun.

''Saat ini, sebagian daerah sudah menyala dan sebagian lagi memang belum pulih. Penyebab utama di PLTD ada gardu yang terbakar. Dan, sambil menunggu alat tiba, teknisi di lapangan sudah melakukan perbaikan. Sehingga, ketika alat datang tinggal dipasang dan diintal. Prediksi 
kami listrik bisa normal paling lambat pada Jumat (24/7)," ujarnya.

Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani menyampaikan kepada masyarakat yang terdampak dengan kondisi listrik saat ini untuk dapat tetap menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif. 

''Kami sudah menempatkan personil polisi untuk siaga di PLN sebagai bentuk antisipasi. Kepada masyarakat jangan melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan situasi tidak kondusif. Mari kita jaga Karimun tetap aman,'' ungkapnya.

Sementara itu,Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun, Ferry Karimun secara terpisah menyebutkan, adanya gangguan kelistrikan di Pulau Karimun telah menimbulkan dampak untuk suplai air bersih ke pelanggan. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
krisis listrik pemadaman aliran listrik karimun