Batampos- PT PLN (Persero) terus memperkuat sistem kelistrikan di Tanjungbalai Karimun setelah terjadinya pemadaman total beberapa waktu lalu. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoperasikan kembali PLTU Unit 2 Tanjung Sebatak sejak Jumat (24/7/2026) pukul 08.40 WIB.
Manajer PLN ULP Tanjungbalai Karimun, Ahmad Subhan, mengatakan masuknya PLTU Unit 2 meningkatkan daya mampu pembangkit listrik dari sebelumnya 25 megawatt (MW) menjadi 32 MW.
“Kami akan terus mengupayakan percepatan peningkatan daya mampu pembangkit, khususnya melalui peremajaan mesin PLTD berkapasitas 6 MW yang ditargetkan selesai pada awal Agustus 2026,” ujarnya saat ditemui kemarin.
Baca Juga: BP Batam Mulai Perbaiki Jalan Gajah Mada di Depan Hotel Vista, Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Meski demikian, kebutuhan listrik saat beban puncak di Karimun diperkirakan mencapai 35 MW. Dengan daya tersedia baru 32 MW, masih terdapat defisit sekitar 3 MW sehingga PLN masih harus menerapkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah.
Pemadaman bergilir dilakukan sementara pada pukul 17.30 WIB hingga 22.00 WIB untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan hingga seluruh pembangkit dapat beroperasi secara optimal.
Baca Juga: Akses Permodalan UMKM Diperluas, Pemko Batam Gandeng Bank Sumut
Terkait kompensasi bagi pelanggan terdampak, Manajer UP3 PLN Tanjungpinang, Rully Agus Widanarto, menegaskan PLN akan mengikuti ketentuan yang berlaku.
"Kami dari PLN, saat ini sedang melakukan pendataan terhadap pelanggan berdasarkan durasi pemadaman yang dialami," ujar Rully.
Dia mengatakan, kompensasi akan diberikan sesuai ketentuan Peraturan Menteri ESDM Nomor 2/ 2025 dalam bentuk pengurangan biaya beban pada tagihan listrik secara proporsional bagi pelanggan yang memenuhi persyaratan. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak