batampos - Kapal Motor (KM) Adrian Syahputra GT 34 Nomor 101/Ppk berbendera Indonesia yang merupakan jenis kapal kargo tenggelam. Peristiwa tenggelamnya kapal tersebut terjadi pada Sabtu (1/8) pukul 19.30 WIB di Perairan Kundur, Kecamatan Kundur. Tepatnya di depan Pelabuhan Indora.
Kasat Polairud Polres Karimun, Iptu Judit Dwi Laksono yang dikonfirmasi Batam Pos , Minggu (2/8) mengatakan, penyebab tenggelamnya KM Adrian Syahputra diduga disebabkan air laut masuk dari as propeler bagian belakang dan kru kapal lupa menghidupkan mesin pompa pembuangan.
''Akibatnya, air laut sudah memenuhi makar mesin dan menyebabkan kapal tenggelam langsung. Mulyadi alias Bujang selalu nakhoda kapal bergerak cepat melepaskan ikatan tali kapal yang diikat dengan kapal lain yang sedang bersandar. Sehingga, kapal lain tidak ikut tertarik,'' ujarnya.
Baca Juga: Ruko Diduga Jadi Tempat Racik Narkoba, Pemilik Akan Diperiksa BNN
Pukul 19.46 WIB, katanya, kapal tenggelam habis. Nakhoda kapal bersama 4 orang kru berhasil selamat. Muatan diperkirakan 17 ton barang campuran seperti semen, minyak dan barang lainnya. Kapal sudah hanyut dalam keadaan tenggelam dengan posisi titik koordinat 0'39.326' N - 103'28.113' E.
Kepala Wilker Tanjungbatu KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Heriadi Utama secara terpisah membenarkan posisi KM Adrian Syahputra yang rencananya akan berangkat ke Pulau Burung, Indragiri Hilir, Provinsi Riau. ''Lokasi kapal yang tenggelam sudah dipasang tanda jerigen. Hal ini untuk menjadi tanda untuk kapal-kapal lain yang melintas di lokasi tersebut berhati-hati.
''Pemilik kapal juga sudah ada di lokasi kejadian. Rencananya kapal akan ditimbulkan dan dievakuasi. Saat ini masih menunggu penyelam dari Tanjungabalai Karimun untuk melakukan penyelaman. Untuk kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,'' ungkap. (*)
Editor : M Tahang