Sejumlah Lahan Terbakar di Kundur, Polres Karimun Tegaskan Belum Ada Penyelidikan

Sandi Pramosinto • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:55 WIB
Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani melihat kesiapan peralatan untuk penanganan Karhutla. Foto: Istimewa
Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani melihat kesiapan peralatan untuk penanganan Karhutla. Foto: Istimewa

batampos – Sejumlah kebakaran lahan terjadi di wilayah Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, dalam beberapa waktu terakhir. Namun, hingga Jumat (28/8), belum ada laporan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masuk tahap penyelidikan di Polres Karimun.

Kondisi tersebut menjadi perhatian kepolisian. Polres Karimun pun memperkuat kesiapsiagaan bersama sejumlah instansi untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak lebih besar bagi masyarakat.

Kesiapsiagaan itu ditandai dengan apel pencegahan dan penanggulangan karhutla di Lapangan Bhayangkara, Jumat (28/8). Apel dipimpin Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani dan diikuti unsur Basarnas, BPBD dan Damkar, Satpol PP, serta BMKG Karimun.

Yunita mengatakan, pencegahan karhutla harus dilakukan sejak dini. Pemetaan wilayah rawan, deteksi dini, serta koordinasi lintas instansi menjadi langkah penting untuk mengantisipasi munculnya titik api.

”Kita harus bergerak cepat, mengedepankan deteksi dini dan sinergitas dengan melibatkan seluruh stakeholder. Jangan sampai karhutla berkembang dan berdampak kepada kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Terkait sejumlah kebakaran lahan yang terjadi di Pulau Kundur, Yunita memastikan belum ada laporan yang ditindaklanjuti ke tahap penyelidikan.

”Belum ada laporan dan penyelidikan terkait karhutla,” katanya.

Meski demikian, kepolisian mengingatkan masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran.

”Kami mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Segera laporkan potensi karhutla melalui call center Polri 110 agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” tegasnya.

Sebelumnya, sejumlah titik kebakaran dilaporkan terjadi di Kecamatan Kundur, di antaranya di Sei Sebesi, Desa Lubuk, dan Desa Gading Sari.

Kebakaran tersebut tidak hanya menghanguskan lahan kosong, tetapi juga lahan produktif milik masyarakat. Sejumlah kebun karet, buah-buahan, dan sawit ikut terdampak.

Kerugian warga pun tidak sedikit. Salah satu kebakaran bahkan menyebabkan sekitar 1.700 pohon karet produktif terbakar.

Dengan kondisi tersebut, kepolisian bersama instansi terkait terus mendorong masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi cuaca dan lahan berpotensi memicu kebakaran. (*)

Editor : M Tahang
siaga karhutla Polres Karimun karhutla kebakaran lahan