batampos – Upaya mendorong pemanfaatan limbah perikanan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir terus dilakukan. Salah satunya melalui penerapan teknologi tepat guna (TTG) untuk mengolah limbah perikanan menjadi pupuk organik cair (POC).
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melaksanakan pendampingan tahap kedua kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Tandur Tuwuh Tailong di Desa Kundur, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, pada 15–16 September 2026.
Kegiatan bertajuk Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani melalui Produksi Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Perikanan dengan Bioaktivator Nanas tersebut difokuskan pada penerapan teknologi tepat guna dalam mengolah sisa hasil perikanan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Ketua Tim PKM UMRAH R. Fathul Rahman mengatakan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pelatihan dan penyerahan peralatan. Pendampingan dan evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan teknologi yang diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
"Program ini tidak berhenti pada tahap pelatihan dan penyerahan alat saja. Kami akan melanjutkan pendampingan serta evaluasi secara berkala agar KWT mampu mengembangkan produksi POC secara mandiri dan berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Fathul, keterlibatan UMRAH merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir dengan memanfaatkan potensi lokal dan menerapkan prinsip ekonomi sirkular.
Pada Selasa (15/9), tim yang terdiri dari R. Marwita Sari Putri dan Hanifaturrahmi Andrina bersama anggota KWT merakit sekaligus menguji fungsi alat TTG yang akan digunakan dalam proses produksi POC.
Selain itu, tim melakukan evaluasi terhadap kualitas POC yang sebelumnya telah diproduksi secara mandiri oleh anggota KWT sejak sosialisasi perdana pada Juli lalu. Evaluasi tersebut, khususnya, melihat efektivitas proses fermentasi menggunakan bioaktivator berbahan nanas.
"Selanjutnya, pada Rabu (16/9), agenda dilanjutkan dengan pelatihan langsung terkait operasional dan perawatan alat menggunakan bahan baku limbah perikanan. Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan bantuan alat TTG secara simbolis dari Tim PKM UMRAH kepada KWT Tandur Tuwuh Tailong," jelas Fathul.
Penyerahan bantuan tersebut turut disaksikan Sekretaris Desa Kundur R. Khaidir. Kehadiran pemerintah desa menjadi bentuk dukungan terhadap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat.
Fathul mengatakan, sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong pemanfaatan limbah perikanan yang selama ini belum optimal menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi.
"Melalui kemitraan strategis antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan KWT ini, limbah perikanan yang sebelumnya tidak terpakai kini berpotensi menjadi salah satu penggerak roda ekonomi hijau di Desa Kundur," katanya.
Ketua KWT Tandur Tuwuh Tailong Eliza Widiawati menyambut baik bantuan peralatan dan pendampingan yang diberikan UMRAH. Menurutnya, teknologi tersebut dapat meningkatkan produktivitas sekaligus keterampilan anggota kelompok dalam mengolah limbah perikanan.
"Kami sangat mengapresiasi pendampingan yang diberikan oleh tim UMRAH. Keberadaan alat produksi dan peningkatan keterampilan ini akan memperkuat kemandirian usaha KWT, sekaligus memberikan nilai tambah dalam mengolah limbah perikanan menjadi pupuk bernilai guna bagi pertanian kami," ungkapnya. (*)
Editor : Jamil Qasim