Di tengah kesibukan hiruk pikuk Kota Tanjungpinang dan kemajuan teknologi yang semakin modern, jasa tukang servis perangkat rumah tangga keliling, tetap menjadi pilihan. Menggunakan sepeda sebagai alat transportasi untuk melayani, tetap menjadi potret yang unik di tengah kemajuan zaman.
***
Pada era serba digital dan perkembangan zaman modern, kehadiran tukang servis keliling ini seolah-olah membawa kembali ke masa lalu. Tukang servis datang langsung ke rumah untuk memperbaiki perangkat rumah tangga yang rusak.
Menggunakan sepeda, tukang servis keliling mampu memberikan pelayanan yang tidak kalah modern. Dilengkapi dengan peralatan servis yang lengkap dan pengetahuan yang cukup mumpuni, tukang servis siap mengatasi berbagai kerusakan perangkat rumah tangga.
Salah seorang tukang servis perangkat rumah tangga keliling yang bersepeda yaitu Syafrizal. Lelaki berusia 58 tahun ini telah menggeluti usaha jasa servis perangkat rumah tangga menggunakan sepeda, selama belasan tahun.
Siang itu, hari Jumat sekitar pukul 10.00 WIB, suasana cerah dan sinar matahari cukup terik menyinari kawasan Batu 5 Tanjungpinang. Dengan gesitnya, Syafrizal mengayuh sepeda. Meskipun rambut semakin memutih, Syafrizal tetap semangat.
Syafrizal seakan membawa bengkel mini. Di bagian belakang sepeda dilengkapi kotak kayu yang berisi alat-alat seperti obeng, tang, solder, hingga multimeter. Selain itu, pada kota kayu dilengkapi dengan tulisan “Servis Panggilan” untuk menarik perhatian calon pelanggan.
Perkakas itu menjadi "senjata" utama dan menjadi alat untuk memperbaiki berbagai macam perangkat rumah tangga. Khusus penanak nasi, kompor gas, kipas angin, dispenser, mesin cuci dan lainnya.
Saat ditemui, Syafrizal tengah beristirahat sejenak di kawasan Jalan Sei Jang Tanjungpinang. Ia mengaku mengayuh sepeda dari tempat tinggalnya di Jalan Agus Salim Tugu Pensil Tanjungpinang. Cukup jauh ia mengayuh sepeda. Lebih kurang tujuh kilometer.
Saat beristirahat, Syafrizal mengaku telah menerima panggilan servis dari pelanggan. Ia akan menuju ke salah satu perumahan di kawasan Jalan Raja Haji Fisabilillah Batu 8 Tanjungpinang.
Di sela-sela istirahat, Syafrizal sempat mempromosikan profesinya. Menurutnya tukang servis keliling bersepeda mempunyai keunggulan tersendiri yaitu praktis dan efisien.
Menggunakan sepeda, tukang servis dapat menjangkau area yang sulit diakses oleh kendaraan bermotor. Iya merasa lebih lincah dan cepat dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.
"Terasa enak saja gitu kalau pakai sepeda, badan sehat, bisa bebas masuk gang-gang sempit yang ada di Tanjungpinang," kata Syafrizal.
Dalam sehari, kata Syafrizal, ia mengaku sanggup menyusuri jalan-jalan kota sejauh 22 kilometer pulang dan pergi, hanya untuk melayani servis panggilan dari pelanggan.
"Paling jauh itu ke batu 11 hingga Batu 12 bolak balik pakai sepeda. Kalau capek mengayuh sepeda ya istirahat sejenak," ujarnya.
Menurut Syafrizal, servis panggilannya menawarkan harga yang terjangkau dan bersahabat. Selain itu, memungkinkan pelanggan bertatap muka. Pelanggan dapat melihat langsung apa yang diperbaiki oleh tukang servis keliling. Hal inilah yang membuat servis tangan Syafrizal, cukup diminati oleh masyarakat Tanjungpinang.
Meskipun memiliki keunggulan tersendiri, tukang servis keliling juga menghadapi sejumlah tantangan seperti cuaca yang berubah-ubah, keamanan diri dan tentunya persaingan dari servis lainnya.
"Alhamdulillah ada saja pelanggan yang meminta barang barang perangkat rumah tangga diservis," ucap Syafrizal.
Meskipun demikian, keberadaan tukang servis perangkat rumah tangga keliling seperti Syafrizal, mempunyai peran penting. Terutama menggunakan sepeda sebagai alat transportasi yang ramah lingkungan, menunjukkan keahlian servis dan mobilitas yang tangguh.
Di balik segala tantangan, tukang servis panggilan keliling menggunakan sepeda ini tetap optimis. Selama masih ada perangkat rumah tangga yang digunakan, maka akan selalu ada kebutuhan untuk memperbaikinya.
Berbekal semangat, tukang servis panggilan akan terus mengayuh sepeda, menjelajahi dan menyusuri jalan-jalan kota serta memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
Jadi, keberadaan tukang servis panggilan keliling yang menggunakan sepeda adalah salah satu potret kehidupan yang kreatif dan tangguh. Tidak hanya memperbaiki kerusakan, namun memberikan kontribusi bagi diri sendiri dan orang lain di tengah kemajuan zaman.
Belajar Autodidak dan Memulai Servis Panggilan Sejak 2011
Meski tak lagi muda, Syafrizal tetap setia menggunakan sepeda sebagai alat transportasi saat bekerja. Meskipun begitu ia tidak menolak kendaraan yang lebih modern. Meskipun jauh, ia tetap menggunakan sepeda untuk memenuhi panggilan servis.
"Ya karena mengayuh sepeda kan bisa memberikan manfaat kesehatan fisik," sebutnya.
Syafrizal mengaku, mulai menjadi tukang servis perangkat rumah tangga keliling sejak tahun 2011. Awalnya ia mulai berkeliling menggunakan sepeda di Jakarta, Bogor, hingga akhirnya Syafrizal menetap di Tanjungpinang.
"Kalau di Tanjungpinang sudah satu tahun lebih. Bapak saya orang Tanjungpinang, ibu kelahiran Daik Lingga. Saya lahir di Jakarta. Jadi sekarang ini, saya balik ke kampung orang tua saya,” ungkapnya.
Meskipun kerabatnya sempat khawatir akan usianya yang semakin menua, Syafrizal tetap teguh dan setia menjalani profesi sebagai tukang servis panggilan yang menggunakan sepeda.
“Waktu muda, saya sudah merantau ke sana kemari, jadi saya tidak bisa diam gitu harus ada aktivitas biar tidak bosan,” katanya.
Meskipun begitu, sebagai tukang servis panggilan, Syafrizal mengaku pekerjaannya berjalan tidak selalu mulus. Syafrizal pernah mengalami kecelakaan di jalan raya saat berada di Jakarta. Meskipun begitu, ia tetap setiap setia menjalani profesinya.
“Kalau dibilang pengalaman, sudah saya lewati semua. Kerangka sepeda bengkok karena ditabrak sama mobil dan orangnya kabur,” kenangnya sambil tersenyum.
Keahlian Syafrizal dalam membongkar dan memperbaiki berbagai perangkat rumah tangga, ia peroleh secara autodidak alias belajar sendiri saat masih muda.
“Saya hanya lulusan SD. Awalnya saya belajar bongkar kipas angin, kompor gas dan dispenser. Satu-satu dulu, setelah saya paham, baru saya buka servis panggilan ini,” jelasnya.
Kini di tengah kemajuan zaman dan berkat keahlian memperbaiki perangkat rumah tangga, Syafrizal memiliki pelanggan setia yang menantikan kehadirannya. Harga ditawarkan relatif terjangkau. Berkisar antara Rp 40 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung pada kerusakan perangkat rumah tangga.
“Tapi lihat pelanggan juga, kalau pelanggannya sederhana saja, tak mungkin saya patok mahal-mahal harga servis. Kalau mau servis hubungi saja saya," ajak Syafrizal. (*)
Editor : Tunggul Manurung