Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pedagang Kembang Api Mengeluh, Ini Alasannya

Mohamad Ismail • Senin, 30 Desember 2024 | 08:00 WIB
Aan, pedagang petasan dan kembang api musiman di Jalan DI Panjaitan Tanjungpinang, Sabtu (28/12).
Aan, pedagang petasan dan kembang api musiman di Jalan DI Panjaitan Tanjungpinang, Sabtu (28/12).

batampos- Jelang malam pergantian tahun 2024 ke 2025, pedagang petasan dan kembang api musiman di Kota Tanjungpinang, Kepri mengeluhkan terkait sepinya pembeli.

Pasalnya, semalam berjualan, pedagang hanya meraup pendapatan dibawah Rp100 ribu.

Kondisi ini dirasakan oleh Aan, seorang pedagang petasan yang berjualan di kawasan Jalan DI Panjaitan Tanjungpinang. Sepinya pembeli, sudah dirasakan sejak beberapa hari yang lalu.

Sebagai pedagang, Aan tidak mengetahui secara pasti penyebab turunnya peminat warga yang merayakan malam tahun baru, dengan menggunakan kembang api dan petasan.

"Kita tak tau juga kenapa, ini saya jual baru beberapa kembang api saja, saya berharap mudah mudahan laku lah ini," kata Aan di stand tempat ia berjualan, Minggu (29/12).

Aan mengaku sudah menjadi perdagangan petasan musiman sejak 10 tahun yang lalu. Menurutnya, hanya tahun ini saja, yang minat pembelian kembang api jelang tahun baru menurun.

"Kalau kembang api mulai dari harga Rp 2.000 hingga Rp 220.000, ada juga trompet anak," tambahnya.

Sementara menurut pedagang lainnya, Dika menyebut biasanya pada H-7 tahun baru, stok trompet yang ia jual selalu habis terjual. Namun berbeda dari tahun ini, dimana ia merasakan sepinya pembeli.

Ia menjelaskan, puncak penjualan terompet biasanya terjadi pada malam pergantian tahun. Harga trompet yang dijualnya berkisar antara Rp7.000 hingga Rp35.000, tergantung ukuran.

Menurutnya, masyarakat kini cenderung memilih barang dengan harga murah dibandingkan yang mahal. "Mungkin (sepi pembeli) disebabkan oleh persaingan dengan penjualan online yang semakin marak," pungkasnya. (*)

 

Editor : Tunggul Manurung
#kembang api