batampos- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tanjungpinang, Kepri mengaku kekurangan personel, untuk mengawasi taman kota, yang kini kerap dijadikan tempat mesum. Perbutan yang tidak pantas itu, satu diantaranya terjadi di Taman Batu 10.
Satpol PP Tanjungpinang mengkalim telah rutin melakukan patroli di semua taman-taman kota. Kendati demikian, kegiatan pengawasan tidak bisa dilakukan intensif setiap malam di semua titik karena keterbatasan personel dan armada.
"Saat ini satu regu patroli maksimal berjumlah 11 orang. Sementara area yang harus diawasi cukup luas, dan tidak semua taman memiliki pencahayaan yang memadai," kata Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Tanjungpinang, Irwan Yacob, Selasa (29/4).
Menurutnya, peran masyarakat dalam ikut menjaga ketertiban di taman-taman kota tersebut juga sangat dibutuhkan. Terutama, di lokasi-lokasi yang dinilai rawan dijadikan tempat berbuat asusila.
Jika menemukan tindakan yang melanggar norma di ruang publik, kata dia warga diharapkan segera menegur pelaku dengan cara yang baik atau menghubungi Satpol PP untuk tindak lanjut.
"Viral-nya kejadian ini justru menjadi motivasi kami untuk terus meningkatkan pengawasan," tambahnya.
Satpol PP juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertamanan (Perkim) untuk memperbaiki fasilitas penerangan di taman-taman kota yang rawan dan minim cahaya.
"Menjaga ketertiban bukan hanya di tangan pemerintah, tapi perlu keterlibatan semua pihak, termasuk orang tua yang harus mengawasi aktivitas anak-anaknya di luar rumah," ujarnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung