Pantauan Batam Pos, Kamis (24/7) kondisi pelabuhan sungguh memprihatinkan. Atap terminal terlihat bolong dan berkarat, sebagian struktur atap juga tampak runtuh.
Jalur kendaraan telah ditumbuhi rumput liar dan dipenuhi batu berserakan. Bangunan pos jaga sudah rusak, tidak berfungsi, dan tampak ditinggalkan begitu saja.
Sementara bagian dalam terminal, Rangka besi menggantung di langit-langit yang mulai keropos, sementara lantai terminal kosong dan kotor, menyisakan bekas pecahan kaca jendela yang memiliki kesan mangkrak begitu lamanya.
Meski terbengkalai, pesisir pelabuhan terutama di area jembatan ponton dimanfaatkan oleh warga Tanjungpinang sebagai tempat memancing. Rudi (39) salah satunya, ia mengaku sering datang ke Pelabuhan Dompak untuk menghabiskan waktu dengan memancing.
"Tempat ini memang bagus untuk mancing, banyak juga pemancing yang datang. Ikannya juga banyak," kata Rudi di Pelabuhan Dompak Tanjungpinang.
Sejak beberapa tahun terakhir, Rudi mengaku memang belum pernah melihat pelabuhan ini beroperasi. Melainkan, kata dia pelabuhan tersebut semakin hancur dan sama sekali tidak diperhatikan oleh Pemerintah.
"Ya prihatin juga, karena membayar anggaran saja. Bangunnya ratusan miliar, tapi cuma bisa buat untuk mancing saja, tidak digunakan sebagaimana mestinya," tambahnya.
Proyek pembangunan pelabuhan Dompak Tanjungpinang merupakan proyek dari Kementerian Perhubungan melalui KSOP Tanjungpinang yang menelan dana APBN sebesar Rp121 Miliar. Akibat dugaan korupsi dalam proses pembangunannya, kini pelabuhan tersebut tidak dapat difungsikan dan terbengkalai. (*)
Editor : Tunggul Manurung