Kedai klasik di sudut Kota Lama itu, telah beroperasi sejak tahun 1966. Kedai tua yang melayani servis dan perbaikan arloji itu, merupakan jejak tetap perjalanan detik dan waktu di Tanjungpinang.
***
Kedai klasik nan legendaris itu hanya berukuran 1 meter X 2 meter. Kedai yang sederhana tanpa plang merek itu, tidak memperlihatkan kemewahan. Tetapi kedai itu punya nama yaitu Kedai Arloji Pak Achyar.
Menemukan kedai tua itu, sangat mudah dan gampang. Siapa pun yang ingin memperbaiki arloji atau jam tangan yang rusak, bisa langsung mendatangi kawasan Kota Lama di Jalan Merdeka Tanjungpinang.
Achyar sendiri merupakan nama dari pemilik kedai klasik tersebut. Sekaligus tukang servis arloji yang berpengalaman. Namun sang maestro servis arloji itu kini telah tiada. Saat ini, keahliannya telah diturunkan kepada sang anak yaitu Gustiar.
Bagi Gustiar sebagai teknisi atau tukang servis Kedai Arloji Pak Achyar, usaha keluarga turun temurun ini, tidak hanya sebagai sarana mencari nafkah saja. Namun, memiliki cerita tersendiri dan kenangan yang tak akan terlupakan.
"Usaha turun-temurun ini adalah kenangan bagi kami. Almarhum ayah kami yang merintis usaha ini sejak tahun 1966 silam," ungkap Gustiar kepada Batam Pos, Selasa (26/8).
Gustiar bercerita, Almarhum Achyar merupakan seorang perantauan dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Lelaki kelahiran tahun 1943 itu, merantau ke Tanjungpinang pada tahun 1965.
Sejak tahun 1966, Almarhum Achyar telah merintis dan mengembangkan usaha servis arloji atau jam tangan di Kota Lama, Jalan Merdeka Tanjungpinang.
"Usaha warisan yang dirintis Almarhum ayah ini, dapat memenuhi kebutuhan dan menyekolahkan anak-anaknya," tutur Gustiar.
Sejak tahun 2003, Gustiar telah mengambil alih dan menjalankan usaha tersebut. Kini Gustiar juga yang menjadi teknisi di Kedai Arloji Pak Achyar yang melegenda itu.
Baca Juga: 7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui, Mampu Mengontrol Tekanan Darah
Lelaki kelahiran Tanjungpinang 54 tahun silam ini mengungkap, sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), ia mulai belajar memperbaiki jam tangan secara otodidak.
Alumnus SMA Negeri 2 Tanjungpinang Angkatan 1991 ini mengaku, saat itu ia jarang sekali bahkan tidak pernah meminta ilmu servis atau perbaikan arloji dari Almarhum ayahnya.
Meskipun demikian, Gustiar selalu tekun dan disiplin serta fokus belajar melakukan perbaikan jam tangan seperti yang dilakukan oleh Almarhum ayahnya.
Jika tidak sanggup lagi, ungkap Gustiar, barulah ia meminta solusi kepada sang ayah agar memberi tahu apa yang seharusnya dilakukan saat memperbaiki atau menservis arloji yang rusak.
"Kami coba-coba aja waktu itu, kami coba belajar sendiri saja. Kalau tak sanggup, baru kami minta ayah kasih tahu bagaimana cara perbaiki arloji," ungkap Gustiar.
Seiring berjalannya waktu, setelah lulus SMA, Gustiar kemudian bertekad melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi di Sumatera Barat.
Di sela-sela kesibukannya saat menjadi mahasiswa yang tengah menuntut ilmu, Gustiar tidak lupa dan tetap mengasah bakatnya dalam hal memperbaiki jam tangan.
Setelah meraih gelar Sarjana Agama dari IAIN Imam Bonjol, Padang Sumatera Barat, ia pun mulai mencari dan mengincar pekerjaan sebagai guru dan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Namun setelah beberapa tahun berusaha mengikuti tes dan melamar pekerjaan di berbagai institusi pemerintahan, pekerjaan impian itu tidak pernah tercapai.
"Dahulu enggak pernah kepikiran mau jadi tukang servis jam tangan, tidak terpikir juga mau melanjutkan usaha ayah ini," terang lelaki yang mahir berbahasa Inggris ini.
Setelah beberapa tahun setelah menjadi Sarjana, ia pun berpikir matang. Gustiar akhirnya meyakinkan diri untuk melanjutkan usaha servis arloji yang telah dirintis sejak lama oleh Almarhum ayahnya.
Setelah lebih 20 tahun berlalu, sejak Gustiar mengambil alih Kedai Arloji Pak Achyar, Gustiar mengaku meraih keuntungan yang cukup dari keahliannya menservis jam tangan.
"Alhamdulillah rezeki sudah diatur Allah, jadi sekarang kami di sini. Selagi bisa membantu memperbaiki jam tangan pelanggan, kami akan berusaha membantu sebisanya," kata ayah dua anak ini.
Menurut Gustiar, profesi yang dijalaninya saat ini, memiliki peran penting dalam menjaga kualitas dan fungsi arloji. Memiliki keterampilan dan pengetahuan servis, teknisi atau tukang servis arloji, dapat memberikan kontribusi besar dalam perbaikan arloji hingga memuaskan pelanggan.
Sebab tukang servis arloji memiliki tanggung jawab utama untuk memperbaiki, merawat, hingga menjaga jam tangan agar tetap mengkilap dan berfungsi dengan baik. Teknisi juga harus dapat mengenali jam dengan baik dan cermat. Baik dari jenis, merek, harga serta kualitas terbaik hingga karakteristik jam tangan.
"Bisa disebut profesi tukang servis jam tangan ini, sangat penting," jelasnya.
Menurut Gustiar, servis arloji secara rutin, menjadi bagian dari perawatan yang wajib dilakukan oleh pemiliknya. Setiap arloji atau jam tangan, pasti mengalami kerusakan. Baik itu habis baterai hingga putus tali pengikatnya.
Arloji juga bisa mengalami kerusakan ringan dan berat, sehingga pemiliknya harus memperbaiki atau harus mengganti mesin jam. Karena itu, servis secara berkala, dapat menjaga kondisi arloji agar tetap berjalan baik dan lancar.
"Perawatan rutin juga penting untuk menjaga performa dan umur pakai arloji. Konsultasi juga penting agar mendapatkan edukasi cara merawat arloji dengan baik," ujarnya.
Sebagai teknisi, Gustiar tidak hanya menangani perbaikan mekanis, namun tetap melakukan perawatan perangkat tambahan lainnya pada arloji.
Ia tidak hanya fokus pada kerusakan yang kebanyakan terjadi pada motor penggerak jam dan penggantian baterai. Gustiar juga melayani tukar tambah arloji atau jam tangan klasik.
Namun yang terpenting baginya adalah bagaimana cara memberikan pelayanan terbaik dan memberikan kepuasaan bagi pelanggan atau konsumennya.
Semua hal inilah yang membuat jasa servis jam tangan di Kedai Arloji Pak Achyar, mampu bertahan di tengah kemajuan zaman dan era teknologi digital.
"Di sini bisa mengganti tali jam kulit, besi, kanvas hingga mengganti kaca arloji yang pecah," paparnya.
Menurut Gustiar, semua kalangan mulai dari tua, muda, laki-laki, perempuan hingga anak-anak, menjadikan arloji atau jam tangan sebagai pendukung penampilan dan aksesoris. Jika arloji atau jam tangan mengalami kerusakan, segera saja bawa arloji analog, mekanik atau digital yang rusak, ke Kedai Arloji Pak Achyar.
"Pelanggan lama ayah kami masih sering servis di sini. Jadi kalau ada jam tangan yang rusak, kami bantu perbaiki. Biaya servis terjangkau, tergantung kerusakan," ajak Gustiar.
Sejak 2016, Kedai Arloji Pak Achyar juga telah menjual aneka ragam jam tangan bekas dan klasik bermerek dengan harga yang bervariasi.
Meskipun barang seken, lanjut Gustiar, ia tetap menawarkan arloji seken bermerek dan ekslusif seperti Rolex, Seiko, Omega, Tag Heur, Breitling dan lain sebagainya.
Pelanggannya tidak hanya datang dari Tanjungpinang dan Bintan saja, tetapi juga pelanggan dan pemesan dari luar kota di Indonesia hingga luar negeri.
Pemburu arloji seken berkualitas dari Medan, Lampung, Palembang, Riau, Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Madura, Kalimantan hingga Malaysia dan Singapura, kerap menghubunginya.
"Alhamdulillah. Ada saja pesanan dari peminat arloji klasik atau jam tangan seken bermerek dan berkualitas di kedai kami ini," tutup Gustiar bersyukur. (*)
Editor : Tunggul Manurung