batampos- Bukit Alif di Jalan Indonesia Timur Tanjungpinang, kini kerap dijadikan lokasi perbuatan amoral. Buktinya, ditemukan beberapa bungkus alat kontrasepsi bekas pakai di lokasi bukit yang jauh dari permukiman penduduk itu.
Sejumlah pegiat alam yang sering memanfaatkan Bukit Alif Tanjungpinang sebagai tempat kemping, mengaku resah. Diduga pasangan muda-mudi, kerap memanfaatkan Bukit Alif sebagai tempat berbuat mesum.
"Saat kami bersih-bersih persiapan kemping untuk melihat supermoon, kami temukan alat kontrasepsi. Sebelumnya tidak pernah ada," ungkap Ahmad, salah seorang pegiat alam, Kamis (6/11).
Menurut Ahmad, Bukit Alif yang perlahan-lahan mulai dikenal sebagai tempat kemping dan bersantai menikmati pemandangan alam ini, mulai berubah citranya akibat ulah segelintir oknum.
Aktivitas tidak pantas dan melanggar norma itu, kata Ahmad, diduga terjadi pada malam hingga dini hari, terutama di area bukit yang berbatu dan sedikit tertutup.
Selain itu, lanjut Ahmad, lokasi Bukit Alif yang awalnya terkesan alami, kini tampak kotor karena banyaknya sampah botol plastik dan sampah lainnya. Kondisi ini membuat citra Bukit Alif semakin tercoreng.
“Bukit Alif ini tempat umum, jangan buang sampah sembarangan. Harus dijaga, jangan sampai jadi stigma buruk. Jangan sampai alam ini marah,” tegasnya.
Bukit Alif Tanjungpinang sejatinya dikenal sebagai salah satu titik favorit untuk menikmati panorama kota dan suasana senja. Namun perlu kesadaran kolektif untuk bersama-sama menjaga lokasi indah di perbatasan Tanjungpinang dan Bintan tersebut, agar tidak disalahgunakan.
"Kami berharap tidak ada lagi hal buruk sehingga citra Bukit Alif sebagai ruang publik yang indah dan nyaman, kembali terjaga," harap Ahmad. (*)
Editor : Tunggul Manurung