Batampos - Pemko Tanjungpinang berencana meminjam dana senilai Rp130 hingga Rp150 miliar. Bank BJB pun jadi pilihan.
Namun, meski begitu, Pemko masih akan memilih, apakah melakukan pinjaman ke Bank Riau Kepri (BRK) lagi atau menggunakan opsi baru, yakni Bank Jawa Barat dan Banten (BJB).
"Batas pinjaman kitakan Rp250 Miliar, namun kita tetap mengukur (penggunaan). Maksimal ya Rp150 Miliar, atau Rp130 Miliar," kata Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Senin (26/1/2026).
Ia menerangkan, langkah peminjaman ini dilakukan karena kondisi keuangan Pemko yang krisis, akibat adanya pemotongan dana transfer ke daerah. Terlebih, saat ini Pemko merasa diberatkan dengan pembayaran gaji dan tunjangan ASN.
Baca Juga: Jaguar Klarifikasi Isu REEV, Komitmen Mobil Listrik Tetap Berlanjut
"Belanja pegawai dan rutinitasnya saja sudah kurang lebih Rp800 miliar. Jadi ini juga untuk mendukung manajemen kas daerah," tegasnya.
Ia menyampaikan, dana pinjaman itu nantinya akan digunakan untuk pembangunan insfratruktur di Tanjungpinang, maupun mendukung sarana pemerintahan.
Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk menyelesaikan persoalan banjir, seperti di wilayah Yudowinangun dan Sri Katon Tanjungpinang. Sebab, Pemko harus melakukan pembebasan lahan, untuk membangun proyek pengendali banjir.
"Kita mau menuntaskan banjir di Yudowinangun, tapi lahan tidak pernah dibebaskan. Jadi dana ini juga akan digunakan untuk itu," pungkasnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak