Batampos - Pelabuhan Dompak Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau yang kini masih terbengkalai diwacanakan diperbaiki di 2027 mendatang. Pelabuhan tersebut saat ini malah berubah fungsi, menjadi lokasi favorit warga untuk memancing.
Saat ini, kondisi pelabuhan sungguh memprihatinkan. Atap terminal bolong dan berkarat, sebagian struktur bahkan sudah runtuh. Jalur kendaraan ditumbuhi rumput liar, sementara pos jaga tampak rusak dan ditinggalkan.
Bagian dalam terminal tak kalah mengenaskan. Rangka besi menggantung di langit-langit yang mulai keropos, lantai kotor, dan sisa pecahan kaca jendela masih berserakan. Suasana mangkrak terasa kental di seluruh area pelabuhan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri, Junaidi mengatakan bahwa wacana perbaikan atau rehabilitasi Pelabuhan Domoak masih dalam proses penyelarasan terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Baca Juga: Truk Tangki Diduga Ngebut hingga 100 km/Jam di Jalan Perkotaan Batam
"Saat ini masih proses AMDAL nya. Jika tidak ada halangan, tahun depan akan dilakukan rehabilitasi," kata Junaidi, Minggu (1/2/2026).
Ia menerangkan, proses rehabilitasi akan dilaksanakan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang. Biaya rehabilitasi nantinya bersumber dari APBN.
"Untuk besaran anggarannya akan dihitung dulu. Lumayan banyak kerusakannya," tambahnya.
Meski terbengkalai, pesisir pelabuhan terutama di area jembatan ponton, masih ramai oleh warga yang datang memancing. Salah satunya Rudi (39), warga Tanjungpinang yang rutin memanfaatkan lokasi itu.
Baca Juga: Pelebaran Jalan Tengku Sulung Jadi Prioritas, Ditargetkan Terealisasi Tahun Ini
“Tempat ini memang bagus untuk mancing. Banyak yang datang, ikannya juga banyak,” ujar Rudi saat ditemui di Pelabuhan Dompak.
Menurut Rudi, pelabuhan tersebut sejak awal tidak pernah beroperasi. Yang ia lihat, kondisinya justru semakin rusak dan tak ada perbaikan dari pemerintah.
Pelabuhan Dompak Tanjungpinnag diketahui dibangun oleh Kementerian Perhubungan melalui KSOP Tanjungpinang dengan dana APBN mencapai Rp121 miliar.
Namun, proyek ini tersandung dugaan korupsi, yang berdampak pada mangkraknya operasional pelabuhan hingga hari ini. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak