batampos — Hujan mulai mengguyur Tanjungpinang, Minggu (29/3). Turunnya hujan terjadi sehari setelah pelaksanaan salat istisqa yang digelar di Pulau Penyengat.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyambut kondisi tersebut dengan rasa syukur, di tengah cuaca kering yang melanda sekitar sebulan terakhir.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Hendri Kuarniadi, mengatakan hujan menjadi kabar baik bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, setelah salat istisqa, hujan mulai turun,” ujarnya.
Menurut dia, hujan tersebut diharapkan menjadi awal berakhirnya musim kemarau, khususnya di Pulau Bintan, yang berdampak pada menurunnya ketersediaan air.
“Semoga intensitas hujan terus meningkat dan bisa mengatasi kekeringan,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemprov Kepri menggelar salat istisqa bersama ASN dan masyarakat di halaman Balai Adat Melayu Pulau Penyengat, Sabtu (28/3).
Ratusan jemaah mengikuti ibadah tersebut dengan khusyuk, memanjatkan doa agar hujan segera turun.
Dalam pelaksanaan itu, Muhammad Salim bertindak sebagai imam, sementara khutbah disampaikan Rustam Efendi.
Ansar menegaskan, selain langkah teknis yang dilakukan pemerintah, pendekatan spiritual juga menjadi bagian dari ikhtiar menghadapi kekeringan.
Ia mengajak masyarakat memperbanyak istighfar dan doa agar kondisi segera membaik.
“Kami berharap hujan terus turun dan kekeringan bisa segera teratasi,” ujarnya. (*)
Editor : M Tahang