Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kebakaran Lahan Tanjungpinang Capai 123 Hektare, Satu Hari 7 Titik Api

Mohamad Ismail • Jumat, 3 April 2026 | 22:32 WIB
Petugas DPKP Tanjungpinang memadamkan api yang membakar lahan di Kecamatan Tanjungpinang Timur beberapa waktu lalu. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Petugas DPKP Tanjungpinang memadamkan api yang membakar lahan di Kecamatan Tanjungpinang Timur beberapa waktu lalu. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Musim kemarau yang berlangsung sejak awal tahun 2026 memicu lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) mencatat, sepanjang Januari hingga Maret 2026, total 123 hektare lahan terbakar dari 133 kasus yang terjadi.

Angka tersebut melampaui jumlah kejadian sepanjang periode yang sama pada 2025 yang hanya mencapai 83 kasus.

Baca Juga: Debit Air Siantan Naik Tipis, Cadangan Diperkirakan Bertahan 3 Minggu

Kasi Pemadam Kebakaran DPKP Tanjungpinang, Derry Ambary, mengatakan wilayah paling terdampak berada di Kecamatan Tanjungpinang Timur dengan 71 kejadian.

“Puncaknya pada 24 Maret, dalam satu hari terjadi tujuh kebakaran lahan,” ujarnya, Jumat (3/4).

Derry menjelaskan, kebakaran tidak semata-mata disebabkan faktor cuaca. Sebagian besar dipicu oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran sampah yang tidak terkendali.

Baca Juga: Belum Tuntas! Tiga Perkara Perdata Nany Widjaja di PN Surabaya Masih Berjalan

Kondisi cuaca panas dan angin kencang memperparah situasi, sehingga api cepat meluas ke area sekitar.

“Angin kencang membuat api mudah menyebar, terutama di lahan kering,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, DPKP menyiagakan lima unit armada pemadam. Penanganan juga didukung pasokan air dari BPBD Provinsi Kepulauan Riau dan BPBD Kota Tanjungpinang.

DPKP mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka selama musim kemarau guna mencegah kebakaran yang lebih luas. (*)

Editor : M Tahang
#kemarau 2026 #kebakaran lahan