batampos — Peralihan musim dari kemarau ke penghujan mulai dirasakan di wilayah Kepulauan Riau, khususnya Pulau Bintan dan sekitarnya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai angin kencang dan terjadi secara tiba-tiba.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Rizqi Nur Fitriani, menjelaskan aliran massa udara di wilayah Pulau Bintan umumnya bertiup dari arah barat daya dengan kecepatan berkisar 5 hingga 30 kilometer per jam.
Baca Juga: Tiket Pesawat Naik, Transportasi Laut Tak Otomatis Untung
Menurut analisis skala global, terdapat daerah pertemuan dan belokan angin yang menyebabkan perlambatan massa udara. Kondisi ini memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Tanjungpinang dan Bintan.
Selain itu, berdasarkan indeks labilitas atmosfer, kondisi udara di wilayah tersebut dalam tiga hari ke depan berada pada kategori labil sedang. Hal ini menunjukkan adanya peluang terbentuknya awan hujan jenis Cumulonimbus.
Berdasarkan analisis tersebut, hingga 9 April 2026, cuaca di Tanjungpinang dan Bintan diperkirakan berawan dengan potensi hujan lokal yang dapat terjadi pada pagi, siang, malam hingga dini hari.
“Masyarakat diimbau waspada terhadap hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai angin kencang, terutama pada siang dan dini hari,” ujar Rizqi, Selasa (7/4). (*)
Editor : M Tahang