batampos – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, selama triwulan I 2026 menunjukkan tren peningkatan yang positif.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri, mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisman yang datang ke Tanjungpinang terus bertambah sejak awal tahun.
Pada Januari 2026, jumlah kunjungan wisman tercatat sebanyak 4.030 kunjungan. Angka itu kemudian meningkat menjadi 5.047 kunjungan pada Februari 2026, dan kembali naik menjadi 5.622 kunjungan pada Maret 2026.
“Negara asal wisman itu mayoritas berasal dari Singapura, diikuti Malaysia, Tiongkok, India dan Korea Selatan,” ujar Nazri di Tanjungpinang, Minggu.
Nazri menyebutkan peningkatan kunjungan wisatawan asing ke Tanjungpinang menjadi catatan positif, terutama ketika sejumlah daerah lain di Kepri seperti Batam, Bintan dan Karimun justru mengalami tren penurunan kunjungan wisman.
Baca Juga: Iran Siapkan Strategi Baru Lawan AS dan Israel
Menurut dia, warisan budaya Melayu dan pesona Pulau Penyengat masih menjadi magnet utama bagi wisatawan asing yang datang ke ibu kota Provinsi Kepri tersebut.
“Peningkatan kunjungan ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata Tanjungpinang yang selama ini mengandalkan kekuatan wisata budaya, sejarah, religi hingga kuliner khas Melayu,” katanya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) Tanjungpinang-Bintan, Sapril Sembiring, mendorong Pemerintah Kota Tanjungpinang agar lebih kreatif dalam mengembangkan sektor pariwisata.
Menurut Sapril, masih banyak aspek yang perlu dibenahi agar Tanjungpinang semakin kompetitif sebagai destinasi wisata internasional.
“Sebagai pelaku usaha wisata, kami menilai banyak yang harus ditingkatkan. Perlu kreativitas dari pemkot bersama seluruh pemangku kepentingan terkait,” ujarnya.
ASITA menyambut baik kenaikan jumlah kunjungan wisman pada Maret 2026 yang meningkat sekitar 3,89 persen dibanding Februari 2026. Namun, peningkatan tersebut dinilai belum cukup jika tidak diikuti dengan pembenahan layanan dan pengembangan atraksi wisata.
Sapril menilai salah satu faktor yang memengaruhi kunjungan wisman adalah jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal feri internasional di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang.
Ia mencontohkan kapal dari Malaysia yang tiba pada sore hari dan kembali berangkat pada pagi hari, sehingga wisatawan memiliki waktu terbatas untuk menikmati destinasi wisata di Tanjungpinang.
“Dengan tarif lebih mahal dan waktu perjalanan lebih lama, wisman cenderung memilih Batam sebagai tujuan,” ujarnya.
Baca Juga: Polda Kepri Panggil Pimpinan CIMB Niaga Batam, Jawaban Bank Dinilai Dangkal
Selain itu, ia menilai Tanjungpinang masih minim daya tarik wisata malam hari yang dapat membuat wisatawan tertarik memperpanjang masa tinggal atau kembali berkunjung.
Sapril juga mendorong pemerintah daerah untuk memperbaiki kualitas dan memperkaya destinasi wisata, tidak hanya bergantung pada Pulau Penyengat.
Menurut dia, kawasan Tepi Laut dan Gedung Gonggong berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata alternatif jika dikelola lebih optimal dan didukung atraksi wisata yang digelar secara rutin.
“Jika ada atraksi wisata yang terjadwal secara kontinyu, tentu lebih banyak paket wisata yang bisa dijual dari Tanjungpinang,” kata Sapril. (*)
Editor : Putut Ariyotejo