Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Malaria di Tanjungpinang Tembus 129 Kasus, Penanganan Diperketat di Senggarang dan Kampung Bugis

Yusnadi BP • Minggu, 21 Juni 2026 | 23:43 WIB
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemko Tanjungpinang, dr. Elfiani Sandri. Foto: Dok. Batam Pos
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemko Tanjungpinang, dr. Elfiani Sandri. Foto: Dok. Batam Pos

batampos – Kasus malaria di Kota Tanjungpinang terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hingga pertengahan Juni 2026, jumlah kasus tercatat mencapai 129 orang, dengan 99 pasien di antaranya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Dari total kasus tersebut, dua wilayah yakni Kelurahan Senggarang dan Kelurahan Kampung Bugis menjadi titik sebaran tertinggi dan kini difokuskan dalam upaya penanganan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemko Tanjungpinang, dr. Elfiani Sandri, mengatakan peningkatan kasus ini tidak boleh dianggap remeh dan membutuhkan langkah terpadu dari seluruh pihak.

Baca Juga: Pemekaran Kecamatan Bintan Timur Terkendala Jumlah Kelurahan, Target Rampung 2027

“Ini menjadi perhatian serius dan perlu langkah bersama,” kata Elfiani, Jumat (19/6).

Pemko Tanjungpinang bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai upaya pengendalian untuk menekan laju penularan. Langkah tersebut meliputi fogging, Indoor Residual Spraying (IRS) atau penyemprotan dinding rumah, serta edukasi kepada masyarakat.

Komisi Ahli Malaria, Ferdinand J. Laihad, menegaskan bahwa upaya pemberantasan malaria tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Peran masyarakat dinilai sangat penting dalam memutus rantai penularan.

Menurutnya, nyamuk Anopheles sebagai vektor malaria dapat berkembang biak di genangan air bersih di sekitar rumah, seperti bak mandi maupun wadah penampungan air.

“Pencegahan harus disertai intervensi teknis agar nyamuk tidak berkembang biak di lingkungan rumah warga,” ujarnya.

Baca Juga: WFH ASN Tanjungpinang Disetop, Wali Kota: Banyak yang Bolos, Dianggap Libur

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Yosei Susanti, menyatakan pihaknya siap memperkuat dukungan penanganan, terutama di wilayah dengan kasus tertinggi.

“Kami akan memperkuat penyuluhan kepada masyarakat serta memastikan pelayanan kesehatan bagi pasien berjalan optimal,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan menggelar penyuluhan serentak di seluruh kelurahan di Tanjungpinang terkait siklus hidup nyamuk Anopheles dan cara pencegahannya.

Selain itu, fogging akan dilakukan di wilayah terdampak, sementara program IRS akan diperkuat melalui dukungan Kementerian Kesehatan bersama Komisi Ahli Malaria dengan penyemprotan dinding rumah warga.

Di sisi lain, Pemko Tanjungpinang juga berupaya mendapatkan dukungan anggaran dari Kementerian Kesehatan untuk memperkuat penanganan malaria di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Pemerintah berharap, dengan langkah terpadu ini, laju penularan malaria dapat segera ditekan dan tidak meluas ke wilayah lain. (*)

Editor : M Tahang
#senggarang #Kampung Bugis #tanjungpinang #kesehatan #malaria