Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Sempat Langka di Pasaran, 8 Ribu Dus Stok Minyakita Tiba di Tanjungpinang

Mohamad Ismail • Selasa, 23 Juni 2026 | 21:30 WIB
Sempat tidak terlihat di pasaran, ribuan dus minyakita bertahap masuk dan suplai ke Tanjungpinang, Bintan, hingga Lingga. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Sempat tidak terlihat di pasaran, ribuan dus minyakita bertahap masuk dan suplai ke Tanjungpinang, Bintan, hingga Lingga. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

Batampos - Sebanyak 8.800 dus minyak goreng murah merk Minyakita bertahap tiba, untuk memenuhi kebutuhan Kota Tanjungpinang, hingga Kabupaten Bintan. Minyakita sempat tidak terlihat di sebagian ritel yang ada di daerah tersebut.

Asosiasi Distributor Bahan Pokok (Adibapok) Tanjungpinang dan Bintan menyebut kelangkaan tersebut terjadi karena adanya pemotongan alokasi pabrik hingga 50 persen, karena kendala teknis listrik padam di Medan.

Selain itu juga, menipisnya stok Minyakita tersebut turut dipengaruhi oleh lama waktu muat kapal yang memakan waktu hingga dua sampai tiga minggu. 

"Kita langsung koordinasi dengan Pemprov Kepri untuk dispensasi penambahan kuota angkut," kata Ketua Adibapok Tanjungpinang-Bintan, M. Sadmi Al Qayum, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga: Jasad Jafar, Nelayan Asal Karas Ditemukan Terapung di Tanjungpinang 

Usai koordinasi tersebut, Sadmi mengatakan pihaknya mendapatkan izin untuk menambah kuota angkut, dari yang sebelumnya 6 ribu ton, kini menjadi 12 ton. Sehingga, permasalahan kelangkaan tersebut dapat diselesaikan.

Ia menjelaskan, bakal ada 8.800 dus minyakita yang telah tiba di Kijang Bintan. Sebagian diantaranya telah langsung didistribusikan ke ritel yang ada di Tanjungpinang, Bintan, hingga Karimun dan Lingga.

"Hari ini barang sudah masuk di gudang, itu dari Sabtu kemarin sudah sampai namun terkendala hujan untuk pembongkaran," tambahnya.

Setelah permasalahan ketersediaan kini pihaknya berfokus pada harga jual pasar, dimana tidak boleh ada permainan harga di tingkat pedagang karena komoditas tersebut sangat dipantau ketat.

"Untuk harga masih sesuai yang ditetapkan, jika kedapatan harga di atas HET masyarakat diimbau untuk melapor," sebutnya.

Baca Juga: Kapal Batam Indah 9 Tenggelam di Perairan Perbatasan Batam-Singapura

Sementara itu, kepala Disdagin Tanjungpinang, Riany, mengatakan kelangkaan Minyakita tidak hanya terjadi di Tanjungpinang saja, melainkan juga di berbagai daerah di Indonesia.

Kondisi tersebut, menurutnya dipengaruhi kenaikan harga bahan baku kemasan plastik serta beberapa produsen Minyakita yang kontrak produksinya tidak diperpanjang oleh pemerintah pusat.

"Keterbatasan ini bukan hanya di Tanjungpinang tetapi se-Indonesia. Karena ada kenaikan (harga kemasan) plastik dan produsen yang tidak diperpanjang izinnya oleh pusat," pungkasnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#tanjungpinang #MinyaKita