Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Bawang Impor Beredar di Tanjungpinang, Disperindag Klaim Tak Punya Wewenang?

Mohamad Ismail • Selasa, 14 Juli 2026 | 09:30 WIB
Pengawas Perdagangan Ahli Madya Disperindag Kepri, Andri Kurniawan. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Pengawas Perdagangan Ahli Madya Disperindag Kepri, Andri Kurniawan. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

Batampos - Bawang impor beredar di Tanjungpinang. Hal ini sangat kontra dengan kosongnya pasokan bawang lokal. Meski begitu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri mengklaim tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan.

Pengawas Perdagangan Ahli Madya Disperindag Kepri, Andri Kurniawan mengatakan untuk komoditas bawang, pengawasan lalu lintas barang berada di bawah kewenangan instansi lain.

Menurutnya, pemeriksaan umumnya dilakukan saat barang melintasi antarpulau oleh karantina dan bea cukai. "Pengawasan bawang bukan di kami. Saat barang keluar masuk antarpulau, biasanya sudah diperiksa oleh karantina dan bea cukai," kata Andri, Senin (13/7/2026).

Baca Juga: Dapur MBG Batam Kejar Sertifikasi Halal, 78 Sudah Kantongi SLHS

Ia menyampaikan, Disperindag memiliki ruang lingkup pengawasan yang terbatas pada barang beredar tertentu, seperti produk yang wajib memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), ketentuan Keselamatan, Kesehatan, Keamanan, dan Lingkungan (K3L), serta kewajiban label berbahasa Indonesia.

“Tidak semua barang beredar menjadi objek pengawasan kami. Untuk kebutuhan pokok, yang kami awasi secara khusus hanya Minyakita,” sebutnya.

Selain itu, ia menambahkan barang yang masuk dari Batam pada prinsipnya harus memenuhi ketentuan kawasan Free Trade Zone (FTZ), termasuk kewajiban administrasi dan perpajakan sebelum diedarkan ke luar kawasan.

“Kalau barang berasal dari Batam, kami pastikan dulu apakah kewajiban FTZ dan pajaknya sudah dipenuhi. Kalau sudah sesuai ketentuan, bagi kami tidak ada masalah," ungkapnya.

Baca Juga: Oura Ring 5 Hadir dengan Filosofi Less Is More, Desain Baru dan Fitur Kesehatan Makin Lengkap

Menurut pedagang Pasar Bintan Center Tanjungpinang, Lauren menyampaikan bawang merah yang ia jual bukanlah bawang lokal, melainkan bawang yang berasal dari Thailand dan China. 

"Sekarang bawang merah yang kami jual didatangkan dari Thailand karena stok dari daerah sudah tidak ada lagi," pungkasnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
Bawang merah impor bawang impor Disperindag Kepri tanjungpinang