Viral Pengakuan Wanita Diduga Asal Tanjungpinang Disekap di Myanmar

Mohamad Ismail • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 18:01 WIB
Tangkapan layar video viral yang memperlihatkan seorang perempuan mengaku disekap di Myawaddy, Myanmar. BP3MI Kepulauan Riau masih memverifikasi identitas perempuan yang mengaku berasal dari Tanjungpinang. (Istimewa)
Tangkapan layar video viral yang memperlihatkan seorang perempuan mengaku disekap di Myawaddy, Myanmar. BP3MI Kepulauan Riau masih memverifikasi identitas perempuan yang mengaku berasal dari Tanjungpinang. (Istimewa)

batampos – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau bergerak menelusuri video viral yang menampilkan seorang perempuan mengaku disekap di Kota Myawaddy, Myanmar. Perempuan tersebut mengaku berasal dari Tanjungpinang, namun identitas dan kebenaran informasi dalam video itu masih dalam proses verifikasi.

Kepala BP3MI Kepri, Kombes Pol Imam Riyadi, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai dugaan penyanderaan tersebut. Langkah awal yang dilakukan adalah menelusuri keberadaan keluarga korban di Tanjungpinang sekaligus berkoordinasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di Myanmar.

"Saat ini kami masih menelusuri keberadaan keluarga korban yang informasinya berada di Tanjungpinang. Kami juga akan berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di Myanmar," ujar Imam, Minggu (19/7).

Baca Juga: Petugas Balai Benih Ikan Bintan Meninggal, Sempat Minta Tolong Rekan Kerja

Informasi yang diterima BP3MI menyebutkan korban diduga diminta membayar tebusan sebesar Rp220 juta. Namun, hingga kini informasi tersebut masih didalami dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Video yang beredar luas di media sosial berdurasi sekitar 45 detik memperlihatkan seorang perempuan bernama Susi bersama seorang perempuan lain bernama Ayu yang disebut berasal dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Dalam rekaman itu, keduanya tampak diborgol menggunakan cable ties. Perempuan yang mengaku bernama Susi juga memperlihatkan luka pada bagian kaki sambil meminta bantuan pemerintah Indonesia agar dipulangkan.

Selain BP3MI, Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BP2D) Kepulauan Riau juga ikut menindaklanjuti informasi tersebut.

Kepala BP2D Kepri, Doli Boniara, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta BP3MI Kepri untuk memastikan identitas perempuan yang muncul dalam video viral tersebut.

Baca Juga: KTP Non-Permanen Batam Jadi Sorotan, Pemko dan DPRD Punya Penjelasan Berbeda

"Hingga saat ini kami belum bisa memastikan apakah perempuan tersebut benar merupakan warga Tanjungpinang atau Kepulauan Riau. Proses penelusuran masih berlangsung," ujarnya.

Doli mengimbau masyarakat, khususnya warga Kepulauan Riau, segera melapor apabila merasa mengenali korban atau memiliki informasi yang dapat membantu proses penelusuran.

"Kami mengimbau apabila ada keluarga atau masyarakat yang mengenali korban agar segera melapor ke BP3MI atau BP2D Kepri," katanya.

Pemerintah juga meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan isi video yang beredar sebelum proses verifikasi oleh instansi terkait selesai dilakukan. (*) 

Editor : M Tahang
BP3MI Kepulauan Riau Disekap di Myanmar tanjungpinang video viral