batampos – Bisnis barbershop masih menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan di Indonesia. Meningkatnya kesadaran pria terhadap penampilan dan perawatan diri membuat barbershop berkembang pesat, bahkan telah menjadi bagian dari gaya hidup modern.
Namun, membuka barbershop tidak cukup hanya bermodalkan kursi, cermin, alat cukur, dan tenaga barber. Dibutuhkan konsep bisnis yang matang, perencanaan keuangan, pemilihan lokasi strategis, standar operasional yang jelas, hingga strategi membangun loyalitas pelanggan.
Founder dan Owner Starsbox Indonesia, Rizky Kurniadi, mengatakan banyak orang tertarik terjun ke bisnis barbershop karena melihat prospeknya yang besar. Namun, menurutnya, pelaku usaha harus memahami fondasi bisnis sebelum memulai.
Baca Juga: Gerai Indomaret Bertambah, Pemko Tanjungpinang Targetkan 25 Gerai Serap Ratusan Tenaga Kerja
"Membuka barbershop bukan sekadar mengikuti tren. Pelaku usaha harus memahami target pasar, konsep yang ingin dibangun, standar pelayanan, hingga bagaimana bisnis itu bisa berjalan setiap hari. Dari pengalaman Starsbox, pondasi bisnis jauh lebih penting daripada sekadar tampilan outlet," ujar Rizky, Kamis (6/8).
Riset Pasar Jadi Langkah Awal
Menurut Rizky, riset pasar merupakan tahapan yang tidak boleh diabaikan. Mengacu pada panduan U.S. Small Business Administration (SBA), riset pasar membantu pelaku usaha memahami tingkat permintaan, ukuran pasar, lokasi calon pelanggan, tingkat persaingan, hingga kisaran harga yang bersedia dibayar konsumen.
Bagi calon pemilik barbershop, riset sederhana dapat dilakukan dengan mengamati kebiasaan masyarakat di sekitar lokasi, jumlah kompetitor, harga layanan potong rambut, segmen pelanggan yang dibidik, hingga tren layanan yang sedang diminati.
Baca Juga: Chef Mandif Warokka Kolaborasi di Bintan, Sajikan Kuliner Nusantara
Setelah memahami pasar, langkah berikutnya adalah menentukan konsep usaha yang sesuai dengan target konsumen, seperti premium barbershop, express haircut, family barbershop, student-friendly, executive grooming, maupun model kemitraan (franchise).
Bangun Sistem, Bukan Sekadar Outlet
Starsbox Indonesia memulai usahanya sebagai barbershop premium di Batam pada 2015. Kini, perusahaan tersebut berkembang menjadi ekosistem grooming dan lifestyle pria yang mencakup training center, produk grooming, serta program kemitraan lengkap dengan standar operasional (SOP), pelatihan, sistem bisnis, hingga pendampingan usaha.
Selain konsep, Rizky menekankan pentingnya legalitas usaha. Setiap pelaku usaha wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai identitas resmi dalam menjalankan bisnis.
Menurutnya, legalitas harus berjalan seiring dengan penyusunan SOP agar operasional usaha dapat berlangsung secara sistematis.
"Barbershop harus memiliki standar yang jelas, mulai dari cara menyambut pelanggan, konsultasi gaya rambut, kebersihan alat, kualitas pelayanan, hingga laporan penjualan harian. Kalau bisnis hanya berjalan karena owner selalu ada di tempat, berarti sistemnya belum terbentuk," jelasnya.
Barber Adalah Wajah Bisnis
Rizky menilai barber merupakan ujung tombak sekaligus wajah sebuah merek. Karena itu, pelatihan yang berkelanjutan menjadi investasi penting untuk menjaga kualitas potongan rambut, pelayanan, dan pengalaman pelanggan tetap konsisten.
Di era digital, menurutnya, barbershop tidak lagi hanya menjual jasa potong rambut, tetapi juga pengalaman dan kepercayaan pelanggan.
Promosi pun tidak cukup mengandalkan rekomendasi dari mulut ke mulut. Pemilik usaha disarankan memanfaatkan media sosial dengan menghadirkan konten before-after haircut, testimoni pelanggan, hingga edukasi seputar grooming untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
"Di Starsbox, kami belajar bahwa barbershop bukan sekadar menjual potong rambut. Yang kami jual adalah kepercayaan, kenyamanan, dan pengalaman," ungkap Rizky.
Ia menambahkan, dengan persiapan yang matang, bisnis barbershop dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan. Kuncinya adalah memahami pasar, menghitung kebutuhan modal secara realistis, membangun sistem operasional yang kuat, serta menyiapkan tim barber yang mampu memberikan pelayanan terbaik secara konsisten.
"Saat pelanggan puas, mereka akan kembali dan dengan sendirinya merekomendasikan layanan kepada orang lain," tutupnya. (*)
Editor : Jamil Qasim