batampos – Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang mengingatkan para tekong pompong agar tidak lagi mengantar maupun menjemput penumpang di ponton Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP), Tanjungpinang.
Peringatan tersebut dikeluarkan menyusul insiden tenggelamnya sebuah pompong yang mengangkut tujuh penumpang pada Selasa (4/8), sesaat setelah menjemput penumpang di ponton pelabuhan.
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Tanjungpinang, Fikri, mengatakan larangan tersebut sebenarnya telah beberapa kali disampaikan kepada para pengemudi pompong. Namun, masih banyak yang mengabaikannya.
Baca Juga: Gerai Indomaret Bertambah, Pemko Tanjungpinang Targetkan 25 Gerai Serap Ratusan Tenaga Kerja
"Sudah kami ingatkan agar tidak bersandar di ponton. Pelabuhan itu hanya diperuntukkan bagi kapal feri dan speedboat. Namun tetap tidak diindahkan sehingga penumpang masih turun ke pompong setelah keluar dari kapal feri," kata Fikri, Kamis (6/8).
Ia menjelaskan, setelah bersandar beberapa menit di ponton domestik Pelabuhan SBP, pompong tersebut bergerak meninggalkan dermaga. Namun, baru sekitar 20 meter berlayar, kapal kehilangan keseimbangan dan akhirnya tenggelam.
Pasca kejadian tersebut, KSOP menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Salah satu hasilnya adalah peningkatan pengawasan di area pelabuhan agar tidak ada lagi pompong yang bersandar di ponton.
Baca Juga: Ocarina Batam Hadirkan Wajah Baru, Tiket Masuk Dihapus dan Fokus Jadi Destinasi Terpadu
Selain itu, KSOP akan memasang papan larangan sebagai penegasan bahwa ponton Pelabuhan SBP tidak boleh digunakan sebagai tempat naik turun penumpang bagi pompong.
"Nanti akan dipasang plang bertuliskan larangan bagi pompong yang hendak bersandar di ponton," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasatpolairud) Polresta Tanjungpinang, Kompol Zubaeidah, mengatakan pompong tersebut mengangkut tujuh penumpang yang terdiri atas lima orang dewasa dan dua anak-anak berusia dua dan lima tahun.
"Pompong berisikan lima orang dewasa dan dua anak-anak terbalik di Pelabuhan SBP. Pompong hendak menuju Kampung Bugis," katanya.
Menurut Zubaeidah, insiden bermula ketika tekong menjemput penumpang dari ponton domestik Pelabuhan SBP. Setelah berlayar sekitar 20 meter dari dermaga, kapal diduga kehilangan keseimbangan dan terbalik.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan diduga dipicu arus dan gelombang yang ditimbulkan kapal feri yang melintas di sekitar pelabuhan.
"Diduga akibat arus dan gelombang sehingga saat melakukan manuver kapal tidak seimbang dan akhirnya terbalik," pungkasnya. (*)
Editor : Jamil Qasim