Pemko Tanjungpinang Dorong Produk Unggulan UMKM Tembus Pasar Nasional

Antara • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:31 WIB
Kelompok UMKM sambal gonggong membuka stan pada acara bazar UMKM peringatan HUT ke-81 RI di Kota Tanjungpinang, Kepri, Senin (17/8/2026). ANTARA/HO-Disdagin Tanjungpinang
Kelompok UMKM sambal gonggong membuka stan pada acara bazar UMKM peringatan HUT ke-81 RI di Kota Tanjungpinang, Kepri, Senin (17/8/2026). ANTARA/HO-Disdagin Tanjungpinang

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), mendorong sejumlah produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah untuk menembus pasar nasional.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan, pemerintah daerah berperan dalam mempromosikan sekaligus memfasilitasi produk lokal agar tidak hanya dipasarkan di daerah.

“Tugas pemkot ialah mempromosikan dan memfasilitasi produk-produk lokal supaya bukan sekadar dijual di tingkat lokal, tetapi bisa tembus ke pasar nasional,” kata Lis di Tanjungpinang, Jumat.

Salah satu peluang yang tengah disiapkan adalah pemasaran melalui jaringan ritel nasional seperti Indomaret. Pemkot Tanjungpinang akan membahas standar produk yang dibutuhkan agar UMKM lokal dapat memenuhi persyaratan untuk masuk ke jaringan pemasaran tersebut.

Namun, Lis mengakui kemampuan produksi menjadi salah satu tantangan yang harus dipersiapkan pelaku UMKM. Untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional, kapasitas produksi harus jauh lebih besar dibandingkan pemasaran lokal.

“Kalau untuk nasional tidak mungkin hanya 100 atau 200 kemasan. Paling tidak 3.000 sampai 4.000 kemasan. Itu yang akan kita lihat, UMKM mana yang sudah bisa memproduksi secara massal,” ujarnya.

Pemkot Tanjungpinang kini memetakan pelaku UMKM yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan produksi dalam jumlah besar. Produk yang telah siap akan diarahkan untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas.

Sejumlah produk yang ditetapkan sebagai produk unggulan Tanjungpinang antara lain snack otak-otak, lakse frozen, otak-otak frozen, bilis kriuk, abon tongkol, sambal gonggong, dan abon gonggong.

“Harapan kita produk unggulan daerah yang telah diluncurkan dapat menjadi pintu bagi UMKM Tanjungpinang untuk naik kelas dan memperluas pasar hingga tingkat nasional,” kata Lis.

Sambal Gonggong Jadi Produk Unggulan

Salah satu pelaku UMKM sambal gonggong Tanjungpinang, Nurdatul Mar’ah, menyambut baik ditetapkannya olahan hasil laut gonggong sebagai salah satu produk unggulan daerah yang dipersiapkan untuk pasar nasional.

Nurdatul mengatakan, sebelumnya dirinya bersama sejumlah pelaku UMKM yang tergabung dalam kelompok usaha telah memproduksi berbagai jenis sambal.

“Selama ini kami mandiri, kemudian ada pencanangan dari Bapak Wali Kota untuk membuat makanan khas sebagai produk unggulan, maka dipilihlah sambal gonggong,” kata Nurdatul.

Selain sambal gonggong, kelompok tersebut juga memproduksi sambal teri cabai hijau dan merah, sambal cumi, sambal ebi dan rebon, serta sambal cakalang. Seluruh produk tersebut berbahan dasar hasil laut.

Nurdatul berharap sambal gonggong semakin dikenal masyarakat luas melalui promosi yang lebih masif. Produk tersebut tidak hanya diharapkan dipasarkan melalui kegiatan pemerintah, tetapi juga menjadi salah satu pilihan oleh-oleh bagi wisatawan maupun tamu dari luar daerah.

“Alhamdulillah, salah satu isi bingkisan bagi tamu di upacara 17 Agustus adalah sambal kami. Jadi mungkin ke depannya kalau ada tamu dari luar, bisa membawa sambal ini sebagai oleh-oleh,” ujarnya.

Saat ini, pemasaran produk sambal gonggong masih didominasi melalui kanal daring. Masyarakat yang ingin membeli dapat menghubungi pelaku UMKM melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Tanjungpinang.

Editor : Jamil Qasim
Produk Unggulan umkm