Petugas Dinsos Disebut Lalai, Lansia Kabur Ditemukan Tinggal Kerangka

Mohamad Ismail • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 17:51 WIB
Kondisi Rumah Bahagia Embung Fatimah yang berada di area Kantor Dinsos Tanjungpianng. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Kondisi Rumah Bahagia Embung Fatimah yang berada di area Kantor Dinsos Tanjungpianng. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

 batampos - Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang mengakui adanya kelalaian petugas dalam kasus seorang lanjut usia (lansia) berinisial A, 60 tahun, yang kabur dari Rumah Bahagia Dinas Sosial (Dinsos) Tanjungpinang hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia dan menyisakan kerangka di Perumahan Astana Mekar Jaya.

Lansia tersebut sebelumnya dirawat dan berada dalam pengawasan Rumah Bahagia yang berada di area Kantor Dinsos Tanjungpinang. Korban diketahui mengalami demensia atau pikun.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan, kejadian tersebut bukan lagi sekadar bahan evaluasi. Ia menyebut insiden itu sebagai bentuk kelalaian penanggung jawab yang bertugas menjaga rumah singgah.

“Ini bukan hanya sekadar evaluasi lagi, ini memang kelalaian dari penanggung jawab yang mengurus rumah singgah,” kata Lis, Minggu (24/8).

Menurutnya, lokasi Rumah Bahagia yang berada di area terbuka dan menyatu dengan Kantor Dinsos Tanjungpinang seharusnya membuat sistem pengawasan terhadap penghuni diperketat.

“Di sana kantor, di sana rumah singgah, jadi pengawasannya harus lebih ketat,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tanjungpinang Endang Susilawati belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi mengenai insiden tersebut.

Baca Juga: Polisi Duga Kerangka di Semak Tanjungpinang Milik Penghuni Rumah Lansia Dinsos

Sebelumnya, Kasatreskrim Polresta Tanjungpinang AKP Wamilik Mabel mengatakan, polisi telah memperoleh identitas tulang-belulang yang ditemukan di kawasan Perumahan Astana Mekar Jaya.

Korban diketahui merupakan warga Kampung Bugis berinisial A, berusia 60 tahun. Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban.

“Identitas sudah ditemukan. Korban berinisial A. Kita sudah berkoordinasi dengan keluarga korban di Kampung Bugis,” ujar Wamilik.

Meski identitas telah diketahui, polisi masih akan melakukan tes DNA untuk memastikan bahwa kerangka tersebut merupakan korban yang dimaksud. Hasil pemeriksaan nantinya menjadi dasar bagi polisi menentukan langkah selanjutnya.

Dari penyelidikan sementara, polisi mendapati korban diduga dititipkan keluarganya di Rumah Bahagia Dinsos Tanjungpinang karena sudah berusia lanjut dan mengalami demensia.

“Saat di Dinsos, korban diduga keluar tanpa sepengetahuan penjaga. Kemudian sampailah di kawasan Perumahan Astana Mekar Jaya dan meninggal dunia,” pungkasnya. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Rumah Bahagia Dinsos Tanjungpinang kelalaian lansia Polresta Tanjungpinang