Waduk Gesek dan Sei Pulai Masih Aman Saat Kemarau, Warga Diminta Hemat Air

Mohamad Ismail • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:32 WIB
Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

 batampos - Musim kemarau yang melanda Tanjungpinang dan Bintan sejak awal Agustus 2026 belum mengganggu ketersediaan air baku di Waduk Sei Pulai dan Waduk Gesek. PDAM Tirta Kepri memastikan kondisi kedua waduk masih cukup aman untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

Direktur PDAM Tirta Kepri Abdul Kholik mengatakan, ketinggian air baku di Waduk Sei Pulai saat ini mencapai sekitar 1,9 meter. Sementara ketinggian air di Waduk Gesek tercatat sekitar 1,6 meter.

Menurut dia, kondisi tersebut masih mampu menopang kebutuhan air bersih masyarakat Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Namun, terdapat sumber air yang mulai terdampak musim kemarau.

“Yang krisis sekarang Waduk Sei Jagi di Uban, saat ini jadwal penyuplaian tidak 24 jam lagi,” kata Kholik, Selasa (25/8).

Kholik mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi iklim ekuatorial yang memengaruhi hari tanpa hujan (HTH) di wilayah tersebut.

Menurut dia, periode HTH tahun ini tidak sepanjang periode awal 2026. Ia berharap kondisi kemarau segera berakhir sehingga curah hujan kembali meningkat.

“Kita berharap sekali bulan ini sebetulnya puncaknya kekeringan ini. Sehingga nanti September sudah mulai ada curah hujan yang bisa turun,” tambahnya.

Meski sebagian besar layanan air bersih masih berjalan normal, Kholik tetap mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air selama musim kemarau.

“Kami meminta warga menggunakan air secukupnya dan penghematan air,” sebutnya.

 

Untuk mengantisipasi potensi kekeringan dan keterbatasan sumber air baku di masa mendatang, PDAM Tirta Kepri menyiapkan pemanfaatan Waduk Kawal sebagai salah satu solusi jangka panjang.

Waduk tersebut ditargetkan mampu memberikan tambahan pasokan air sekitar 250 liter per detik. Tambahan pasokan itu diharapkan memperkuat ketersediaan air bersih bagi masyarakat Tanjungpinang dan Bintan.

“Jika tidak ada kendala, kita tahun depan benar-benar sudah selesai masuk Waduk Kawal 250 liter per detik,” tambah Kholik.

Saat ini, proses penambahan jaringan pendukung untuk pemanfaatan Waduk Kawal masih berjalan. Selain itu, pembangunan jaringan sepanjang sekitar 4,5 kilometer juga sedang dalam proses lelang. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
kekeringan Waduk Pulai Waduk Kawal PDAM Tirta Kepri Waduk Gesek