batampos – Sebanyak 68 hektare hutan dan lahan di Kota Tanjungpinang terbakar sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah bersama aparat gabungan meningkatkan kewaspadaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kesiapsiagaan ditandai dengan apel pencegahan dan penanggulangan karhutla yang melibatkan kepolisian, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), BPBD, serta BMKG Tanjungpinang, Jumat (28/8).
Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Indra Ranu Dikarta mengatakan, puluhan hektare lahan yang terbakar tersebar di sejumlah lokasi. Kebakaran umumnya terjadi saat wilayah Tanjungpinang memasuki periode panas.
”Dari Januari hingga Agustus ada 68 hektare lahan yang terbakar, yang terbagi di beberapa lokasi,” kata Indra.
Meski demikian, ia menyebut seluruh kebakaran yang terjadi dapat ditangani berkat respons cepat dan koordinasi antarinstansi.
Menurut Indra, sinergi antara aparat dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mencegah kebakaran meluas. Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga terus diperkuat untuk menghadapi potensi karhutla.
Ia mengimbau masyarakat segera melaporkan jika menemukan titik api atau kebakaran lahan. Informasi sedini mungkin dinilai dapat mempercepat penanganan di lapangan.
”Laporan yang cepat dapat mempercepat proses penanganan sehingga api tidak meluas,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza menambahkan, penanggulangan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat. Masyarakat juga diminta aktif memberikan informasi apabila menemukan potensi kebakaran.
”Kami meminta satgas kota dan masyarakat apabila melihat dan mendapat informasi harus cepat tanggap. Segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait,” katanya.
Pemko Tanjungpinang bersama jajaran Forkopimda, lanjut Ariza, siap bergerak apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Untuk mendukung proses pemadaman, BPBD Kota Tanjungpinang juga disiapkan untuk menyuplai kebutuhan air ke lokasi kebakaran.
”Kita imbau kepada tim, khusus BPBD, pertama kali untuk menyuplai air,” pungkasnya. (*)
Editor : M Tahang