El Nino Melanda, Tanjungpinang Masih Berpeluang Diguyur Hujan

Mohamad Ismail • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:05 WIB
Waduk Gesek Bintan mengering saat dilanda kekeringan pada Maret 2026 lalu. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Waduk Gesek Bintan mengering saat dilanda kekeringan pada Maret 2026 lalu. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Fenomena El Nino membuat curah hujan di Tanjungpinang dan Bintan cenderung menurun. Namun, kondisi tersebut bukan berarti hujan sepenuhnya menghilang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih memprakirakan hujan turun di sejumlah wilayah dalam tiga hari ke depan.

Kepala Stasiun BMKG Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, mengatakan, hujan berpotensi terjadi terutama pada siang hari. Kondisi tersebut dipengaruhi faktor lokal dan regional yang membuat respons cuaca setiap wilayah terhadap fenomena global berbeda.

”Untuk tiga hari terakhir ini memang berpotensi terjadi hujan di wilayah Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan,” kata Kosasih, Jumat (28/8).

Di Kota Tanjungpinang, potensi hujan ringan masih terdapat di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Tanjungpinang Barat dan Tanjungpinang Timur.

Kosasih menjelaskan, fenomena El Nino tidak selalu memberikan dampak yang sama di setiap daerah. Selain kondisi atmosfer dalam skala global, faktor lokal dan regional juga berperan dalam pembentukan awan hujan.

”Seperti sekarang masih ada hujannya, walaupun memang ringan. Biasanya respons setiap wilayah terhadap fenomena global itu berbeda,” ujarnya.

Meski masih berpotensi hujan, Kosasih mengatakan pengaruh El Nino tetap terlihat pada kondisi curah hujan di Kepulauan Riau. Fenomena tersebut saat ini berada pada kategori sangat kuat dan berpotensi membuat wilayah Kepri lebih kering.

Namun, dampaknya diperkirakan tidak separah wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Timur.

Khusus Tanjungpinang dan Bintan, curah hujan pada Agustus tercatat cenderung lebih rendah dibandingkan kondisi normal.

”Kalau di Agustus rata-rata, termasuk di Pulau Bintan ini, memang curah hujannya rendah dibandingkan kondisi normalnya,” katanya.

Kendati demikian, peluang hujan tetap terbuka karena adanya pengaruh kondisi lokal dan regional. Faktor tersebut membuat sejumlah wilayah di Pulau Bintan masih dapat mengalami pembentukan awan hujan meski berada dalam periode El Nino.

”Kita memang cenderung lebih kering, cuma kalau untuk Bintan memang ada faktor lain, faktor lokal dan regional yang bisa menyebabkan masih ada hujan di wilayah kita,” pungkasnya. (*)

Editor : M Tahang
BMKG Tanjungpinang kemarau el nino hujan