batampos – Perum Bulog Cabang Kota Tanjungpinang bersama TVRI Provinsi Kepulauan Riau dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Tanjungpinang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.
Kegiatan tersebut digelar serentak secara nasional dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI dan HUT ke-64 TVRI. GPM berlangsung di halaman Kantor Bulog Cabang Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu.
Kepala Stasiun TVRI Kepri Yenni Marlinda mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara TVRI, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Ketahanan Pangan dan Perum Bulog.
“Ini merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara TVRI, Bapanas, Dinas Ketahanan Pangan serta Bulog,” kata Yenni saat membuka kegiatan GPM.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP) turut hadir di tengah masyarakat dengan menyediakan berbagai kebutuhan pangan dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasaran.
Sejumlah komoditas pangan tersedia dalam kegiatan tersebut, di antaranya beras, minyak goreng dan telur ayam ras.
Selain menyediakan bahan pangan murah, TVRI Kepri juga menghadirkan hiburan musik untuk masyarakat yang berbelanja di stan-stan sembako.
Yenni turut mengapresiasi dukungan aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan yang membantu menjaga keamanan dan kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Sementara itu, Kepala Cabang Perum Bulog Tanjungpinang Arief Alhadihaq mengatakan Bulog mendukung pelaksanaan GPM sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi dan mempertahankan daya beli masyarakat.
“Kami selalu berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan dinas terkait dalam melaksanakan GPM guna menjaga inflasi di daerah,” ujarnya.
Pada kegiatan tersebut, Bulog Tanjungpinang menyediakan beras SPHP sebanyak dua ton dan MinyaKita sebanyak 2.400 liter.
Kedua komoditas tersebut dijual dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Beras SPHP kemasan lima kilogram dijual Rp57.000, sedangkan HET ditetapkan sebesar Rp65.000 per lima kilogram.
Sementara itu, MinyaKita dijual Rp14.000 per liter, lebih rendah dibandingkan HET sebesar Rp15.700 per liter.
“Harapannya, kegiatan GPM ini dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang terbatas, khususnya untuk kebutuhan beras dan minyak goreng,” kata Arief.
Salah seorang warga, Novi, menyambut baik pelaksanaan GPM tersebut. Menurutnya, penjualan bahan pangan dengan harga lebih murah sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Novi membeli satu kemasan beras SPHP ukuran lima kilogram dan dua liter MinyaKita.
“Beras Rp57 ribu per lima kilogram, kalau di swalayan dijual Rp60 ribu. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini digelar rutin untuk meringankan beban warga,” ujarnya. (*)
Editor : Jamil Qasim