Museum Bahasa di Penyengat Serap 200 Pekerja, 30 Persen Warga Lokal

Antara • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 08:31 WIB
Pengoperasian alat berat di lokasi pembangunan museum dan monumen bahasa nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepri, Jumat (25/9/2026). ANTARA/Ogen
Pengoperasian alat berat di lokasi pembangunan museum dan monumen bahasa nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepri, Jumat (25/9/2026). ANTARA/Ogen

batampos – Pembangunan museum dan monumen bahasa nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, diproyeksikan menyerap hingga 200 tenaga kerja selama proyek berlangsung.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri Rodi Yantari mengatakan, dari sekitar 150 hingga 200 pekerja yang terlibat, sekitar 30 persen di antaranya diprioritaskan berasal dari masyarakat lokal.

"Proyek ini hingga rampung mampu menyerap 150 sampai 200 orang pekerja, 30 persen di antaranya pekerja lokal yang disesuaikan dengan kemampuan maupun keahliannya," kata Rodi di Tanjungpinang, Jumat (25/9/2026).

Menurut Rodi, masyarakat Pulau Penyengat akan dilibatkan pada sejumlah sektor, mulai dari logistik, pengamanan hingga pekerjaan teknis sesuai kapasitas dan keahlian masing-masing.

Keterlibatan tenaga kerja lokal diharapkan turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Penyengat. Perputaran uang dari aktivitas proyek diharapkan meningkatkan daya beli warga di pulau yang memiliki nilai sejarah penting bagi kebudayaan Melayu tersebut.

"Sebagaimana arahan Bapak Gubernur Ansar Ahmad, proyek ini harus memberdayakan warga lokal untuk meningkatkan perputaran uang di masyarakat Penyengat," ujarnya.

Anggaran Rp101 Miliar

Rodi memastikan pembangunan museum dan monumen bahasa nasional tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan ketepatan waktu, mutu pekerjaan dan transparansi.

Pemprov Kepri juga menggandeng Kejaksaan Tinggi Kepri, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Inspektorat untuk melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap proyek tahun jamak tersebut.

Pembangunan proyek ini menelan anggaran sekitar Rp101 miliar dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2027.

"Target kami 2028 sudah bisa dimanfaatkan, bahkan rencananya peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda 28 Oktober 2028 dipusatkan di museum dan monumen bahasa nasional Penyengat," kata Rodi.

Peletakan batu pertama pembangunan museum dan monumen bahasa nasional tersebut dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Kamis (24/9/2026).

Museum dan monumen tersebut nantinya diharapkan menjadi salah satu penanda sejarah perkembangan bahasa Indonesia yang berakar dari bahasa Melayu, dengan Pulau Penyengat sebagai salah satu kawasan penting dalam perjalanan sejarah tersebut. (*)

Editor : Jamil Qasim
Monumen Bahasa Nasional pulau penyengat