Delegasi Imigresen Malaysia Kunjungi Rudenim Tanjungpinang, Perkuat Penanganan Orang Asing

Ismail • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 20:20 WIB
Rudenim Tanjungpinang saat menerima kunjungan Delegasi Imigresen Malaysia, Rabu (30/9). F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Rudenim Tanjungpinang saat menerima kunjungan Delegasi Imigresen Malaysia, Rabu (30/9). F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Delegasi Jabatan Imigresen Malaysia mengunjungi Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama keimigrasian Indonesia dan Malaysia.

Kunjungan tersebut merupakan rangkaian 1st Joint Immigration Enforcement Taskforce (JIETF) Meeting antara Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia dan Jabatan Imigresen Malaysia yang berlangsung pada 30 September hingga 2 Oktober 2026 di Batam.

Dalam agenda tersebut, delegasi Malaysia melakukan site visit ke Rudenim Pusat Tanjungpinang untuk melihat secara langsung pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian, khususnya pengelolaan dan penanganan orang asing yang menjalani pendetensian.

Delegasi Malaysia dipimpin Yang Berbahagia Dato’ Lokman Effendi Ramli, Timbalan Ketua Pengarah Imigresen (Operasi). Rombongan terdiri dari sejumlah pejabat Bahagian Penguatkuasaan, Bahagian Perisikan dan Operasi Khas, Bahagian Pengurusan Depot dan Tahanan, serta Bahagian Pencegahan ATIPSOM dan AMLA.

Dari pihak Indonesia, kegiatan dihadiri Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Yuldi Yusman, Direktur Kerja Sama Keimigrasian dan Bina Perwakilan Arief Munandar, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau Guntur Sahat Hamonangan, serta jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi dan Rudenim Pusat Tanjungpinang.

Perkuat Koordinasi Penanganan Orang Asing

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepri, Guntur Sahat Hamonangan, mengapresiasi kunjungan delegasi Jabatan Imigresen Malaysia tersebut.

Menurut Guntur, pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi sekaligus bertukar pengalaman dalam pelaksanaan fungsi keimigrasian kedua negara.

"Kunjungan ini menjadi momentum yang baik untuk memperkuat kerja sama dan koordinasi antara Direktorat Jenderal Imigrasi dan Jabatan Imigresen Malaysia. Melalui pertukaran informasi dan pengalaman, kita dapat meningkatkan pemahaman bersama dalam penanganan orang asing serta mendukung pelaksanaan tugas keimigrasian yang semakin efektif," ujar Guntur.

Ia menambahkan, komunikasi dan kerja sama berkelanjutan penting dilakukan mengingat hubungan Indonesia dan Malaysia yang erat serta tingginya mobilitas masyarakat kedua negara.

Delegasi Malaysia Apresiasi Keterbukaan Indonesia

Sementara itu, Dato’ Lokman Effendi Ramli menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan site visit tersebut.

Menurutnya, kunjungan ke Rudenim Pusat Tanjungpinang memberikan kesempatan kepada delegasi Malaysia untuk memperoleh gambaran langsung mengenai mekanisme pengelolaan dan penanganan orang asing di Indonesia.

"Kunjungan ini memberikan peluang kepada delegasi kami untuk melihat secara langsung pelaksanaan pengurusan tahanan imigresen di Indonesia. Kami amat menghargai keterbukaan pihak Indonesia dalam berkongsi pengalaman dan amalan yang dilaksanakan dalam pengendalian orang asing," ujar Lokman.

Ia berharap pertukaran pengalaman dalam rangkaian JIETF dapat semakin memperkuat koordinasi antara Jabatan Imigresen Malaysia dan Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia.

Paparkan Tugas dan Fungsi Rudenim

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Rudenim Pusat Tanjungpinang Erybowo Radyan Asmono memaparkan tugas dan fungsi Rudenim kepada delegasi Malaysia.

Paparan mencakup proses pendetensian dan pengamanan orang asing, pemenuhan pelayanan dasar selama masa pendetensian, hingga proses pemulangan dan pendeportasian sesuai ketentuan yang berlaku.

Erybowo menjelaskan, Rudenim Pusat Tanjungpinang memiliki peran dalam penanganan orang asing melalui tahapan pendetensian, pengamanan, pemulangan, maupun pendeportasian.

"Melalui kegiatan ini, kami berkesempatan memperkenalkan secara langsung pelaksanaan tugas dan fungsi Rudenim Pusat Tanjungpinang kepada delegasi Jabatan Imigresen Malaysia. Kami juga dapat saling bertukar pengalaman mengenai penanganan orang asing, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penguatan pelaksanaan tugas keimigrasian kedua negara," ujar Erybowo.

Usai pemaparan, delegasi Jabatan Imigresen Malaysia meninjau sejumlah fasilitas Rudenim Pusat Tanjungpinang. Rombongan juga melihat pengelolaan deteni, termasuk aspek pengamanan dan pelayanan selama masa pendetensian.

Bagian dari JIETF Indonesia-Malaysia

Site visit Rudenim Pusat Tanjungpinang merupakan salah satu agenda dalam rangkaian 1st Joint Immigration Enforcement Taskforce Meeting antara Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia dan Jabatan Imigresen Malaysia.

Pertemuan yang berlangsung di Batam pada 30 September hingga 2 Oktober 2026 tersebut membahas sejumlah agenda kerja sama. Di antaranya pembentukan joint technical working group JIETF Indonesia-Malaysia dan mekanisme komunikasi kelompok kerja.

Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Yuldi Yusman dan Yang Berbahagia Dato’ Lokman Effendi Ramli tercatat sebagai Co-Chairs dari masing-masing pihak.

Direktur Kerja Sama Keimigrasian dan Bina Perwakilan Arief Munandar turut hadir dalam rangkaian kegiatan sebagai bagian dari jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi.

Melalui JIETF dan kunjungan ke Rudenim Pusat Tanjungpinang, Indonesia dan Malaysia memperluas ruang pertukaran pengetahuan serta pengalaman dalam pelaksanaan fungsi keimigrasian, khususnya terkait penanganan orang asing.

Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat koordinasi keimigrasian kedua negara dengan mengedepankan profesionalisme, akuntabilitas, pelayanan, dan kepastian hukum.(*)

Editor : Cipi Ckandina
Delegasi Imigresen Rudenim malaysia