Jaga Etik dan Profesionalisme, 17 Jurnalis Jalani UKJ AJI di Bintan

Mohamad Ismail • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:31 WIB
Jurnalis di Tanjungpinang saat menjalani proses UKJ pada tahun 2023 lalu. F. AJI Tanjungpinang untuk Batam Pos
Jurnalis di Tanjungpinang saat menjalani proses UKJ pada tahun 2023 lalu. F. AJI Tanjungpinang untuk Batam Pos

batampos – Sebanyak 17 jurnalis dari Tanjungpinang dan Batam akan mengikuti Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Angkatan 108 di Kampus STAIN Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau, Bintan, pada 17–18 Oktober 2026.

Kegiatan ini digelar untuk memperkuat kompetensi, etika, dan profesionalisme jurnalis agar mampu menjalankan tugas sesuai Kode Etik Jurnalistik dan kode perilaku AJI.

Ketua AJI Tanjungpinang, Sutana, mengatakan 17 peserta tersebut terdiri atas 15 anggota AJI Tanjungpinang dan dua anggota AJI Batam.

“Dari 17 peserta ujian, 15 merupakan anggota AJI Tanjungpinang dan dua orang dari AJI Batam,” kata Sutana, Kamis (15/10).

Ia menjelaskan, peserta mengikuti tiga jenjang kompetensi. Sebanyak delapan jurnalis mengikuti ujian jenjang utama, empat jenjang madya, dan lima jenjang muda.

“Mereka nanti diuji oleh tiga orang penguji dari Badan Penguji AJI Indonesia,” ujarnya.

UKJ Angkatan 108 ini menjadi penyelenggaraan ketiga yang digelar AJI Tanjungpinang. Sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan pada 2019 dan 2023.

“Sudah tiga kali AJI Tanjungpinang menggelar UKJ, yakni pada 2019, 2023, dan tahun ini, 2026,” tutur Sutana.

Gelar Workshop Etik Jurnalistik

Selain ujian kompetensi, AJI Tanjungpinang bekerja sama dengan STAIN SAR Kepri juga menggelar Workshop Etik dan Profesionalisme Jurnalis pada Jumat (16/10), sehari sebelum pelaksanaan UKJ.

Workshop mengangkat tema Menjaga Kepercayaan Publik: Etik dan Profesionalisme Jurnalis di Era Digital dan Kecerdasan Artifisial.

Ketua Panitia Pelaksana UKJ AJI Angkatan 108, Masrun, mengatakan kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 13.30 WIB. Workshop menghadirkan dua pemateri, yakni Budisantoso Budiman, anggota Badan Penguji AJI Indonesia, dan Syahrul Rahmad, dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAIN SAR Kepri.

“Workshop ini selain untuk para peserta UKJ juga terbuka untuk mahasiswa dan umum,” kata Masrun.

Workshop tersebut diharapkan menjadi ruang diskusi mengenai tantangan profesi jurnalistik di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI), termasuk menjaga akurasi informasi, independensi, serta kepercayaan publik.

Uji Kompetensi Jurnalis

Uji kompetensi menjadi salah satu upaya untuk memastikan jurnalis memiliki kemampuan profesional dalam menjalankan tugasnya. Penilaian kompetensi mencakup pemahaman etika dan hukum, pengetahuan umum maupun khusus, serta keterampilan jurnalistik.

Keterampilan tersebut meliputi penulisan berita, wawancara, riset, investigasi, hingga pemanfaatan teknologi dalam kerja jurnalistik.

Pelaksanaan UKJ AJI juga menjadi bagian dari penguatan profesionalisme pers agar jurnalis mampu menghasilkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. (*)

Editor : Jamil Qasim
UKJ AJI Etik dan Profesionalism