
batampos – Kepulauan Anambas kembali menjadi perhatian Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, terutama dalam penguatan ketahanan pangan di wilayah perbatasan.
Kunjungan kerja tersebut menjadi kali kedua jenderal bintang tiga itu menyambangi Anambas, dengan fokus mendorong kemandirian pangan masyarakat di daerah kepulauan.
Letjen TNI Kunto Arief Wibowo menilai Anambas memiliki potensi besar, khususnya di sektor pertanian dan peternakan yang bisa dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal.
Ia menyebut TNI telah menjalankan program peternakan ayam petelur di wilayah tersebut sebagai upaya mendukung kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, hasil program itu mulai dirasakan manfaatnya, terutama dalam membantu ketersediaan telur di daerah yang selama ini bergantung pasokan dari luar pulau.
“Kalau didatangkan dari jauh, perjalanan bisa memakan waktu berminggu-minggu dan kualitasnya tentu sudah tidak segar lagi saat tiba. Maka daerah perlu mulai memproduksi sendiri dan bahkan bisa memasok ke pulau lain,” ujar Kunto, Rabu (13/5) malam.
Selain peternakan, ia juga menyoroti pentingnya pengembangan sektor pertanian melalui perbaikan kualitas lahan di Anambas.
Kunto menjelaskan, sebagian wilayah memiliki karakter tanah dengan kadar kapur tinggi dan tingkat keasaman tertentu yang memengaruhi produktivitas pertanian.
“Intinya kita memperbaiki lahannya dulu. Dampaknya nanti ke buah, sayur, hingga perkebunan. Kalau tanahnya sudah baik, tinggal masyarakat mau menanam komoditas apa,” katanya.
Ia berharap penguatan ketahanan pangan di wilayah perbatasan seperti Anambas dapat terus dikembangkan agar masyarakat tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah.



