Batampos - Seorang pemuda berinisial An (24), warga Luap, Desa Nyamuk, diamankan oleh masyarakat setempat setelah diduga membuat keresahan dan mengganggu keamanan lingkungan, Rabu (4/2/2026).
Peristiwa tersebut terjadi pada sore hari dan menghebohkan warga sekitar karena melibatkan aksi kekerasan terhadap sejumlah orang.
An diduga melakukan penyerangan terhadap tiga orang warga secara tiba-tiba, sehingga memicu kepanikan di lingkungan tempat tinggalnya.
Masyarakat yang khawatir situasi semakin tidak terkendali kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Menindaklanjuti laporan itu, jajaran Polsek Siantan langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk mengamankan situasi.
Kanit Reskrim Polsek Siantan, Ipda Vicky Satria Irawan, membenarkan adanya laporan dari warga terkait aksi pemuda tersebut.
“Kami menerima laporan dari masyarakat dan langsung menuju ke lokasi. Pada subuh hari, yang bersangkutan sudah kami bawa ke Polsek menggunakan transportasi laut,” ujar Vicky saat ditemui di Mapolsek Siantan, Kamis (5/2/2026) kemarin.
Vicky menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 18.00 WIB ketika salah satu korban berinisial Eko Suhanda dipukul secara tiba-tiba oleh terduga pelaku di bagian punggung.
Akibat pukulan tersebut, korban langsung menjauh dari lokasi untuk menyelamatkan diri karena merasa terancam.
Tidak berselang lama, An kembali melakukan aksi kekerasan dengan memukul korban lain, Eko Darmanto, yang saat itu sedang memperbaiki sepeda motor di depan rumahnya.
Korban dipukul sebanyak empat kali hingga terjatuh dan tersungkur ke tanah.
Melihat kejadian tersebut, seorang warga berinisial Nazlin berusaha melerai, namun justru ikut menjadi sasaran pemukulan.
Baca Juga: Saham Perusahaan Game Jepang Tertekan, Investor Soroti Prospek Industri
Akibatnya, Nazlin terjatuh dan mengalami sejumlah luka di bagian tubuhnya.
Korban kemudian dibantu warga sekitar dan segera dibawa ke Puskesmas Siantan Timur untuk mendapatkan perawatan medis.
Ipda Vicky menambahkan, berdasarkan informasi dari pihak keluarga, terduga pelaku memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pernah menjalani perawatan di RSJKO Haji Engku Daud, yang menjadi perhatian kepolisian dalam proses penanganan lebih lanjut. Polisi juga menemukan obat-obatan untuk menenangkan emosi.
"Kami tidak bisa memastikan kalau yang bersangkutan gangguan jiwa. Kita masih menunggu hasil dari dokter atau ahli medis yang kuat," pungkas Vicky. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak