Batampos - Identitas penumpang yang melompat dari kapal roro KMP Bahtera Nusantara 01 akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Kuswanto.
Peristiwa tersebut terjadi saat KMP Bahtera Nusantara 01 berlayar dari Pelabuhan Tanjung Uban menuju Pelabuhan Matak, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Kuswanto dilaporkan melompat dari kapal ketika kapal memasuki Perairan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas. Kejadian itu sontak membuat penumpang panik dan meminta bantuan kru kapal.
Informasi yang beredar di atas kapal menyebutkan bahwa Kuswanto diduga merupakan tahanan Polres Kepulauan Anambas yang baru saja dijemput paksa dari Jawa Tengah.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka memberikan penjelasan terkait status Kuswanto.
Gusti Ngurah menegaskan bahwa Kuswanto bukan tahanan, melainkan berstatus sebagai saksi dalam perkara dugaan penipuan jual beli rumah di wilayah Pulau Matak.
“Yang di Palmatak, jual rumah. Tapi pelapor membuka kesempatan untuk mediasi diselesaikan secara Restorative Justice dengan catatan uang dikembalikan,” ujar Gusti Ngurah, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan, kasus tersebut bermula ketika terlapor membujuk korban untuk membeli sebuah rumah dengan harga Rp400 juta.
Namun setelah transaksi dilakukan, korban tidak menerima sertifikat rumah sebagaimana yang dijanjikan.
“Korban awalnya hanya mengontrak, tapi disuruh membeli rumah tersebut. Setelah dibeli, korban malah diusir oleh pemilik rumah,” jelas Gusti.
Belakangan diketahui, rumah yang dijual tersebut ternyata milik orang lain, sehingga korban merasa dirugikan.
Dalam proses penyidikan, Kuswanto telah dipanggil sebanyak dua kali oleh penyidik Polres Anambas. Namun, ia tidak memenuhi panggilan tersebut. Karena mangkir dari panggilan penyidik, petugas akhirnya melakukan penjemputan ke Jawa Tengah untuk membawa Kuswanto ke Anambas.
“Kita bawa ke Anambas untuk membantu proses mediasi. Dia sebenarnya baik-baik saja,” tutur Gusti.
Dugaan sementara, aksi melompat dari kapal itu kemungkinan dipicu oleh faktor psikologis atau tekanan tertentu yang dialami Kuswanto selama perjalanan.
Saat ini, Kuswanto masih dalam penanganan medis. Pihak kepolisian memastikan pemeriksaan akan dilakukan setelah kondisi yang bersangkutan benar-benar pulih. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak